
Hasan Al-Rammah Merupakan ilmuwan Muslim kelahiran Suriah, Pengetahuannya tentang bubuk mesiu sungguh sangat mengagumkan. (SuaraMedia News)
Menguasai teknologi persenjataan merupakan salah satu faktor yang membuat Kekhalifahan Islam di masa kejayaan menjadi begitu tangguh. Selain mumpuni dalam seni pembuatan pedang, dunia Islam pun mampu menggenggam teknologi pembuatan bubuk mesiu – bahan peledak yang digunakan untuk meriam. Sesuatu yang baru diketahui peradaban Barat pada abad ke-14 M.
Meski sejumlah pakar bersepakat bahwa mesiu (gunpowder) pertama kali ditemukan peradaban Cina pada abad ke-9 M. Namun, fakta sejarah juga menyebutkan bahwa ahli kimia Muslim bernama Khalid bin Yazid (wafat tahun 709 M) sudah mengenal potassium nitrat (KNO3) bahan utama pembuat mesiu pada abad ke-7 M. Dua abad lebih cepat dari Cina.
”Rumus dan resepnya dapat ditemukan dalam karya-karya Jabir Ibnu Hayyan (wafat tahun 815 M), Abu Bakar Al-Razi (wafat tahun 932) dan ahli kimia Muslim lainnya,” papar Prof Al-Hassan. Dari abad ke abad, istilah potasium nitrat di dunia Islam selalu tampil dengan beragam nama seperti natrun, buraq, milh al-ha’it, shabb Yamani, serta nama lainnya. Read more…
Kamis, 12/02/2009
ass.wr.wb
Pak, saya tertarik dengan berita simbol pagan di washington DC, saya juga sdh membaca eramuslim digest ttg paganisme-simbol mason- yang jadi pertanyaan saya dimana saja atau tempat2 di jkt atw d indonesia yg menjadi simbol pagan ada di tempat/ gedung mana saja? jazakallah
Yogi Fitriani
Jawaban
Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh,
Kota Jakarta “modern” dibangun oleh VOC. Maskapai Perdagangan Hindia Belanda ini merupakan korporasi raksasa terbesar di zamannya yang dikuasai Yahudi Belanda. Lambang VOC sama dengan lambang gerakan rahasia Yahudi Kabbalah bernama Freemasonry. Hal ini masih bisa kita saksikan di bilah pedang VOC yang tersimpan di lantai dasar sayap kiri Museum Fatahillah Jakarta Kota. Read more…
Dari seluruh negara yang ada di permukaan dunia, hanya Amerika Serikat yang lambang negaranya terdiri dari dua sisi dan masing-masing sisinya sarat mengandung simbol setan. Benarkah itu?
Dasar filosofi suatu negara terletak pada Lambang atau Simbol negaranya. Di mana pun di dunia ini, maknanya selalu demikian.
Amerika Serikat yang resmi berdiri pada tahun 1776, memiliki Lambang Negara yang cukup unik karena memiliki dua sisi. Satu sisi bergambar Burung Elang yang mengembangkan sayap dan kedua kakinya mencengkeram anak panah dan daun zaitun, sedangkan sisi lainnya bergambar piramida masonik.
Di atas kepala burung elang tersebut, ada sekumpulan bintang yang membentuk susunan Bintang David. Bila dicermati, lambang negara Amerika Serikat ini dipenuhi dengan berbagai simbol yang seluruhnya mengarah kepada angka 13. Angka 13 sendiri sejak lama sudah dikenal dunia sebagai angka mistis yang sarat dengan pemujaan terhadap setan. Read more…
Lima orang warga Palestina di tangkap oleh pasukan Israel ketika mereka ingin sholat di dalam kompleks tempat suci ketiga bagi umat Islam masjid Al-Aqsha pada Jumat kemarin yang bertepatan dengan sholat Jumat pertama di bulan Ramadhan ini.
Sholat yang dilaksanakan di kompleks masjid Al-Aqsha dijaga oleh ribuan tentara Israel yang berada di Yerusalem. Menurut perkiraan polisi Israel ada sekitar 90.000 umat Islam Palestina yang sholat di sana. Read more…
Tuesday, 06 May 2008
Syabab.Com – Invasi Ethiopia terhadap Somalia untuk menumbangkan ambisi Persatuan Kehakiman Islam (UIC) menjadi titik puncak ketegangan di Tanduk Afrika. Setelah berbulan-bulan mengelak keberadaan pasukannya di wilayah Somalia, rezim Ethiopia melakukan penyerangan terhadap UIC, yang telah mundur dari Mogadishu, ibukota Somalia di akhir Desember 2006. Pemerintah Ethiopia mengatakan bahwa ia bertindak sebagai dukungan terhadap Pemerintah Federal Transisi Somalia (PFTS), yang berpusat di kota Baidoa yang terletak sekitar 90 kilometer bagian utara Mogadishu.
Pendudukan tentara Ethiopia mendapatkan dukungan luas dari masyarakat internasional, karena dilakukan sebagai dukungan terhadap pemerintahan yang sah di Somalia (PFTS), dalam menghadapi rival politiknya UIC. Amerika Serikat (AS) memberikan dukungan penuh kepada Ethiopia termasuk bantuan militer, dan operasi intel terhadap UIC dan keberadaan penasihat militer. Namun, dukungan AS di Somalia bukanlah perkembangan baru, atau sebagai reaksi sesaat terhadap manuver Ethiopia saja. Read more…
Wednesday, 14 January 2009 21:49
Syabab.Com – “Ya Allah, aku tidak pernah melihat pemandangan yang mengerikan seperti ini,” jerit Kayed Abu Aukal. Doktor emergency itu tak percaya dan tak tahu lagi kata-kata apalagi yang bisa diungkapkan untuk menggambarkan kekejian Israel. Dia tak percaya, dirinya sendiri telah melihat beberapa hari sekembalinya untuk melihat Jenazah balita Shahd. Tubuh anak kecil perempuan yang berumur 4 tahun itu terkoyak-koyak dimakan anjing-anjing Israel.
Shahd tewas dan telah menjadi syuhada cilik ketika peluru kendali Israel ditembakkan ke belakang rumahnya di Kamp Pengungsian Jabaliya sebelah Utara Jalur Gaza. Saat itu, gadis cilik yang lucu tersebut tengah bermain. Read more…
Monday, 02 June 2008 08:30
Oleh K.H. Ma’ruf Amin
Syabab.Com – Maklumat keindonesiaan yang digagas dalam simposium nasional bertema ”Restorasi Pancasila” di Fisip UI pada 30-31 Mei 2006 dan dibacakan Todung Mulya Lubis pada peringatan Hari Lahir Pancasila, menarik dicermati. Maklumat itu mene-gaskan Pancasila bukanlah agama dan tak satu agama pun berhak memonopoli kehi-dupan yang dibangun berdasarkan Pancasila. Maklumat juga menegaskan keluhuran sosialisme dan keberhasilan mate-rial yang diraih kapitalisme.
Kita tidak tahu ada apa di balik penegasan itu. Di satu sisi dinyatakan tak satu agama pun boleh mendominasi kehidup-an yang dibangun berdasarkan Pancasila, sementara sosialisme –yang dibangun berdasarkan ideologi materialisme dan antiagama, dan karenanya bertentangan dengan nilai Pancasila— justru diagung-kan. Demikian juga dengan kapitalisme yang dibangun berdasarkan sekularisme dan ‘setengah’ antiagama, serta nyata-nyata melahirkan ketidakadilan global –yang bertentangan dengan nilai Panca-sila– malah dipuja-puja.
Vision of state
Pancasila memang bukan agama, karena ia merupakan kumpulan value (nilai) dan vision (visi) yang hendak diraih dan diwujudkan bangsa Indonesia saat berikhtiar mendirikan sebuah negara. Meski demikian, bukan berarti Pancasila antiagama, atau agama harus disingkirkan dari ‘rahim’ Pancasila. Karena agama diakui, dilindungi, dan dijamin eksistensinya oleh Pancasila. Masing-masing agama berhak hidup dan pemeluknya bebas menjalankan syariat agamanya. Read more…
Monday, 28 May 2007 07:00
(Studi Kasus Kota Bandung)
Oleh Yuana Ryan Tresna*
Syabab.Com – Sistem hidup ‘ironi’ memang hanya melahirkan kenyataan ironi. Globalisasi yang menekankan pada privatisasi, anti intervensi negara dalam ekonomi, dan kepercayaan absolut pada mekanisme pasar ini, telah menimbulkan problem kehidupan yang tidak sederhana. Mulai level internasional sampai lokal, telah terjadi ketidakadilan global yang sangat menakutkan. Dua dampak utama dari diterapkannya sistem ekonomi kapitalis –sebagai gerbong utama yang dibawa lokomotif globalisasi- adalah dikuasainya sektor kepemilikan publik oleh swasta dan munculnya kesenjangan ekonomi.
Di level lokal, khususnya kota Bandung, dampak global ini dirasakan pada sektor ‘pasar’. Pertarungan hebat antara pasar tradisional (traditional market) dengan pasar modern (modern market) adalah wujud nyata apa yang telah kita perbincangkan tadi. Pasar yang merupakan fasilitas publik mulai dilalaikan oleh pemerintah karena terbuai dengan modal besar yang dibawa oleh ‘bos-bos pasar’ modern. Akhirnya, itervensi pemerintah kota (Pemkot) dalam pengelolaan pasar, seperti revitalisasi pasar, menjadi tak kunjung terealisasi. Akibatnya, terjadi sebuah kesenjangan ekonomi yang berdampak luas bagi kehidupan masyarakat. Lagi-lagi terjadilah kebijakan ironi yang dipertontonkan oleh Pemerintah kota Bandung, yaitu ketika program penertiban pasar berakhir pada “kematianâ pelaku usaha pada pasar rakyat sebuah istilah yang dirasa lebih tepat untuk menyebut pasar tradisional. Padahal, sejalan dengan visi kota Bandung, Terwujudnya Kota Bandung Sebagai Kota Jasa yang Bermartabat, Dinas Pengelolaan Pasar Kota Bandung telah menetapkan visi “Terwujudnya Pasar yang Tertib Penunjang Ekonomi Kota. Read more…
Komentar Terakhir