Arsip

Archive for the ‘Mei 2009’ Category

Anak-Anak Palestina Tak Pernah Takut Israel

17 September 2009 kartini87 Tinggalkan komentar

Kita sudah paham betul kalau anak-anak Palestina setiap hari hidup di bawah ancaman Israel yang tidak main-main; nyawa menjadi tuntutannya. Sepanjang Operasi cast Lead Januri 2009, sedikitnya 500 orang meninggal karena serangan Israel.

Anak-anak itu wafat bukan karena salah tembak atau salah prosedur dari militer Israel, tetapi memang begitulah kekejaman Israel berlangsung. Anak-anak Palestina adalah target pembantaian Israel. Israel takut jika generasi Palestina menjadi kuat dan bertambah banyak, berbeda dengan rakyat Palestina, walaupun masih anak-anak tak pernah sedikitpun takut kepada Israel yang selalu menenteng dan mengokangkan senjata, kemana dan di mana saja.

Namun, lepas dari itu, hal itulah yang membuat anak-anak Palestina istimewa. Mereka kuat dan mampu menghadapi segala susahnya hidup dalam bentuk apapun. Hidup mereka tidaklah sama dengan anak-anak di negeri-negeri lainnya, namun mereka tak pernah takut menghadapi penjajah Israel, dan satu yang pasti, mereka bangga menjadi anak-anak Palestina.

Pergi sekolah, bermain, mengunjungi kerabat, kemanapun mereka, anak-anak Palestina selalu melihat serdadu Israel yang berlaku kasar dan kejam. Kapanpun dan dimanapun.

Berlindung di bawah reruntuhan bekas serangan Israel pada tragedi berdarah Januari silam.

Namun fitrah mereka sebagai anak-anak tetaplah sama. Mereka juga bermain seperti biasa, dengan kesadaran penuh bahwa tentara Israel mungkin mengarahkan senjatanya kepada mereka.

Bagi mereka, mempertahankan rumah dan tanah mereka seperti ini bukanlah sesuatu yang menakutkan lagi. Begitulah, jika perjuangan akan tanah air dan agama sudah melekat sejak awal.

Seorang ABG Palestina digelandang para tentara israel di sebuah stasiun atau terminal, seolah-olah ia adalah pesakitan dan pencuri. Sebenarnya siapa yang pencuri?

Kehilangan menjadi salah satu bagian anak-anak Palestina. Seorang kakak tengah mencium adiknya dengan penuh rasa sayang yang tewas karena biombardir Israel pada Operasi Cast Lead silam. (eramuslim.com, 14/05/09)

Categories: Mei 2009

Mei, Angka Kematian Tentara AS di Iraq Meningkat Tajam

1tentaraas_mokat

Bagi pasukan tentara AS di Iraq, perang sama sekali belum berakhir. Selama bulan Mei 2009, angka kematian tentara AS di Iraq meningkat tajam.

Tambahan tentara AS yang tewas hanya 24 orang selama satu bulan kemarin, namun hal itu sudah cukup untuk memberikan gambaran bahwa hal ini mengalami peningkatan drastis. Total, menurut data resmi yang dikeluarkan oleh AS, sejak 2003, tentara AS yang tewas di Iraq mencapai 4300 orang.

Dengan perkembangan ini, militer AS yang memang sedianya akan ditarik dari Iraq mulai September 2009 nanti, maka Juni ini akan diusahakan tidak lagi bertugas di jalan-jalan utama kota. Ini untuk menghindari korban tewas lebih banyak lagi.

Namun, tetap saja, tewasnya tentara AS tidak seimbang dengan korban sipil warga Iraq selama bulan Mei. Sekitar 124 warga sipil tewas akibat ulah tentara AS. Angka ini sebenarnya lebih sedikit dari korban yang tewas bulan sebelumnya (April) yang berjumlah 355, demikian menurut laporan AFP.

Presiden AS Barack Obama telah berjanji untuk menarik semua pasukan AS dari Irak, selain mereka yang terlibat dalam pelatihan, pada akhir 2011.

Nicholas Witchell, reporter BBC melaporkan bahwa kondisi terus meningkatnya korban dari pihak tentara AS, telah menimbulkan ketakutan dan kegelisahan di kalangan tentara AS. Mereka terus mendesak agar pemerintah AS segera menarik mundur tentara dari Iraq dengan alasan Iraq sudah bisa mengontrol diri sendiri tanpa harus ada tentara AS. (eramuslim.com)

Categories: Mei 2009

Sepertiga Kaum Muslim Eropa Diperlakukan Diskriminasi

2 Juni 2009 kartini87 1 comment
quran terbakar
Reuters melaporkan bahwa banyak masjid yang telah diserang oleh kelompok ekstrim kanan di Eropa.
Menurut survei yang dilakukan di Uni Eropa terhadap 23.500 orang etnis minoritas dan imigran diketahui bahwa sekitar 31% kaum Muslim di Uni Eropa mengeluhkan adanya perlakuan diskriminasi terhadap mereka pada tahun 2008.

Menurut hasil survei yang dipublikasikan pada hari Kamis (28/5), yang dilakukan di Uni Eropa terkait hak-hak fundamental diketahui sekitar 10% dari kaum Muslim yang merasakan bahwa mereka telah diperlakukan tidak adil, dan mereka melihat bahwa hal itu terjadi karena alasan agama yang mereka anut. Sementara lebih dari setengahnya yang merasakan perlakuan diskriminasi karena alasan ras/etnis.

Laporan yang dipublikasikan ini merupakan hasil dari jajak pendapat terhadap kaum Muslim yang tinggal di 14 negara-negara Eropa, dan terhadap berbagai minoritas di 27 negara-negara anggota Uni Eropa. Dari jajak pendapat diketahui bahwa 81% responden yang diwawancarai tidak mau melaporkan diskriminasi yang mereka terima.

Dijelaskan bahwa alasan mengapa sebagian besar dari mereka enggan melaporkannya, karena “dengan melaporkan sekalipun tidak akan pernah terjadi perubahan”.

Eskalasi slogan anti orang asing (xenophobic) dan kaum Muslim terus bertambah, bahkan dalam beberapa kasus samapi pada tindak kekerasan terhadap mereka. Itu semua banyak terjadi di beberapa negara menjelang pemilihan di Eropa.

Beberapa analis meramalkan sebuah perubahan untuk kepentingan ekstrim kanan yang anti orang asing (xenophobic) pada pemilihan parlemen Eropa yang akan berlangsung mulai tanggal empat hingga tujuh Juni mendatang.

Laporan itu mengkonfirmasikan berbagai pelanggaran terhadap hak asasi manusia, dimana baru-baru ini dilaporkan bahwa polisi menghentikan dan menggeledah seseorang karena alasan etnis mereka.(aljazeera.net)

Categories: Mei 2009

Polisi Yunani Lecehkan al-Quran

Sedikitnya seribu warga Muslim di Yunani hari Kamis kemarin turun ke jalan di pusat kota Athena, memprotes pelecehan al-Quran yang dilakukan oleh seorang polisi Yunani. Aksi long march itu diwarnai bentrokan dengan aparat kepolisian yang menyebabkan sejumlah toko dan kendaraan rusak.

Presiden Persatuan Muslim Yunani, Naim Elghandour mengatakan, insiden pelecehan itu terjadi saat seorang polisi Yunani menggeledah kedai kopi milik seorang Muslim asal Suriah, hari Rabu kemarin. Saat penggeledahan itu, polisi mengambil al-Quran seorang pelanggan di kedai kopi itu, kemudian merobeknya dan membuangnya ke lantai lalu menginjak-injak robekan al-Quran itu.

Insiden itu membuat berang warga Muslim dan keesokan harinya sekitar 1.000 Muslim imigran di Yunani yang kebanyakan dari Suriah, Pakistan dan Afghanistan melakukan aksi massa di alun-alun kota Athena, Omonia. Polisi mengatakan, para pengunjuk rasa merusak lima mobil dan melempari kaca-kaca toko.

Sumber-sumber di kepolisian mengatakan, mereka sedang melakukan investigasi terhadap kasus pelecehan al-Quran itu. Menurut Elghandour, polisi menjanjikan akan memberitahu nama polisi yang melakukan pelecehan sehingga kami bisa melakukan tuntutan hukum. (ln/aby)[eramuslim]

Categories: Mei 2009

Veteran Tentara AS: “Kami Tidak Pernah Menemukan Teroris”

Malam ketika peristiwa pemboman menara kembar WTC pada 11 September 2001 terjadi, Rick Reyes, seorang kopral angkatan laut042309tns_Combatvets251 AS tengah bersenang-senang di sebuah klub malam di Australia. “Amerika diserang. Kembali ke kapal Anda segera!” begitu yang bisa diingat oleh Reyes ketika itu.

Malam itu juga, sersan yang membawahi Reyes bertanya kepadanya apakah ia siap untuk bertempur. Tanpa berpikir dua kali, Reyes menjawab, “Untuk inilah saya bergabung dengan militer.” Seumur hidupnya, Reyes selalu ingin mengabdikan dirinya untuk negaranya. “Itu impian saya sejak kecil.” ujarnya. Reyes adalah seorang anak Amerika yang dilahirkan dari orangtua imigran asal Meksiko. Maka, segera ia pun bertempur ke Afghanistan.

Sebagai seorang penembak dalam kesatuan angkatan laut AS, Reyes tentu saja telah dididik sedemikian rupa menjadi tentara yang terlatih dalam segala kondisi perang. Menurut Reyes, setelah mendapat perintah, tentara AS akan segera menjarah rumah, merusak jendela dan pintu, kursi dan meja, keluarga dan nyawa orang lain, menangkap siapapun yang dianggap mencurigakan. Masalahnya, adalah, “Tentu saja sulit sekali membedakan mana anggota Taliban, Al Qaidah, dan warga sipil. Semua orang dijadikan tersangka.” papar Reyes.

Sebagai contoh, pemimpinnya memerintahkan Reyes untuk memburu sekelompok teroris yang diperkirakan berada dekat wilayah mereka. Reyes, dengan empat orang anak buahnya yang bersenjata api lengkap dan canggih segera berpatroli. Ketika rombongan Reyes menemui sekelompok orang, mereka segera mengokang senapan M-16-nya dan berteriak, “Merunduklah kalian!”. Reyes dan anak buahnya meringkus kelompok yang tak bersenjata itu.

Beberapa saat kemudian, ketika semuanya sudah terjadi dan semua orang yang ditangkapnya sudah tewas atau tak berdaya, Reyes sadar, bahwa kelompok itu sama sekali tidak bersalah. “Lain waktu, saya dan anak buah saya menangkap seorang laki-laki, dan menyiksanya sampai mati hanya karena laki-laki itu akan mengantarkan susu kepada anaknya.” papar Reyes menerawang. Semua itu, menurut Reyes, begitu menghantui hari-harinya kini. “Saya sudah mengatakan kepada Kongress bahwa kami sepertinya hanya tengah memburu hantu di Afghanistan dan Iraq.”

Dan yang membuat Reyes terhenyak, ternyata bukan hanya di Afghanistan saja seperti itu. Di Iraq pun terjadi hal yang sama. Seperti diketahui, AS menurunkan puluhan ribu pasukan untuk menangkap Saddam Hussein dan menjajah Iraq. “Medannya berbeda, namun cara kami melaksanakan misi selalu sama, kebrutalan dan kekerasan, dengan stigma bahwa Muslim adalah teroris…” Reyes mengisahkan.

Tidak banyak tentara AS seperti Reyes dan anak buahnya. Di tengah pelaksanaan misi, Reyes selalu berpikir ada sesuatu yang salah. Maka tidak heran setiap kali selesai melaksanakan misi, Reyes selalu mengganti semua kerusakan fisik yang mereka lakukan pada rumah yang mereka satroni. Satu-satunya hal yang selalu diingat dan tak mampu dilupakan oleh Reyes adalah “Anak-anak kecil tanpa rasa takut melempari kami dengan batu dan menyerapahi kami. Seingat saya, kami tidak pernah menangkap dan menyiksa orang yang bersalah.”

Reyes mengatakan bahwa ia menyaksikan betapa tidak efektifnya strategi milter AS di Afghanistan. “Tapi selama itu, saya tidak pernah mendengar apapun tentang penipuan yang dilakukan oleh pemerintah AS sampai saya kembali dari perang. Menyadari bahwa (di Afghanistan, begitu juga di Iraq) tak pernah ada senjata pemusnah massal, dan betapa susahnya kami mencari-cari teroris walaupun bahkan telah mengerahkan semua kekuatan militer, saya merasa bahwa patriotisme saya telah dieksploitasi untuk kepentingan politik AS belaka. Hanya sedikit keuntungan yang didapatkan oleh AS dari perang (di Afghansitan dan Iraq), namun seluruh masyarakat AS terbebani dengan pajak untuk perang ini.” ujarnya lagi. Saat ini, AS setidaknya sudah menggelontorkan $94,2 milyar dari pajak rakyat AS.

Menurut Reyes, perang di Afghanistan telah membabi buta. AS mengirimkan ribuan kapal dan pesawat perang, helikopter, tank, truk dan semua peralatan perang, tapi semuanya itu tidak efektif. Seperti yang dikatakan Reyes, teroris itu tidak pernah benar-benar ada. “Kami tidak pernah menemukannya.” Reyes dan beberapa orang tentara veteran lainnya sudah berusaha menghadap Kongress AS dan bertanya, “Apa gerangan yang sedang kami perangi? Perang ini begitu lama dan tak berkesudahan.”

“Kami para veteran adalah produk asli perang. Kami mengucapkan sumpah untuk melindungi dan melayani negara, berkorban untuk kejayaannya. Sumpah itu sebuah kebanggan buat kami. Dalam pikiran saya, mungkin tidak banyak veteran yang mau berbicara seperti ini, karena akan menggerus semua keyakinan mereka, tapi pengorbanan mereka jelas menjadi sia-sia dan dikhianati.” terang Reyes lagi.

Reyes dan sejumlah veteran lainnya saat ini membentuk kelompok Veteran Untuk Meninjau Kembali Afghanistan. Mereka akan menghadap Kongress. “Kami ingin semua orang sadar tentang kependudukan AS di Afghanistan dan Iraq adalah sesuatu yang kontraproduktif. Kami akan berjuang untuk mengeluarkan tentara dari sana, dan kami akan menerangkan betapa berbahayanya buat AS menggunakan bantuan kemanusiaan untuk menancapkan agenda militer tanpa pernah melakukan diplomasi.” pungkas Reyes. (sa/tn)

Categories: Mei 2009

KHINZIR dan Keturunannya

image002

Categories: Mei 2009