Arsip

Archive for the ‘IBRAH/HIKMAH’ Category

Olimpiade Istimewa

27 November 2009 Tinggalkan Komentar

Beberapa tahun yang lalu, diadakan sebuah olimpiade khusus untuk orang-orang cacat di Seattle, Amerika Serikat. Saat itu diadakan pertandingan lari jarak pendek 100 meter. Sembilan pelari telah bersiap-siap ditempat start masing-masing.

Ketika pistol tanda pertandingan dinyalakan, mereka semua berlari sekuat tenaga meski tidak tepat berada di garis lintasannya masing-masing, namun semua berlari dengan wajah gembira menuju garis finish dan berusaha untuk memenangkan pertandingan. Kecuali seorang pelari. Seorang anak laki-laki yang tersandung dan jatuh berguling beberapa kali. Dan ia lalu menangis.
Delapan orang pelari yang lain mendengar tangisan anak itu, lalu mereka memperlambat lari merka dan menoleh kebelakang. Mereka semua berbalik dan malah berlarian menuju anak lelaki yang terjatuh ditanah itu.
Semuanya, tanpa terkecuali.

Seorang gadis yang menyandang cacat keterbelakangan mental menunduk, memberikan sebuah ciuman kepadanya dan berkata, “Semoga ini membuatmu merasa lebih baik.” Kemudian kesembilan pelari itu bergandenga tangan, berjalan bersama menyelesaikan pertandingan menuju garis finish.

Seluruh penonton yang ada di stadion berdiri, memberikan salut selama beberapa lama. Mereka yang berada disana saat itu masih saja tak bosan-bosannya memberikan salut tepuk tangan atas kejadian itu.

Tahukah anda mengapa? Karena didalam diri kita masing-masing tahu, bahwa didalam hidup ini tak ada yang lebih berharga daripada kemenangan bagi kita semua, untuk kita bersama. Terkadang kita mesti mengalah untuk kepentingan yang lebih besar, demi kita semua.

Categories: IBRAH/HIKMAH

PUTUS ASA

27 November 2009 Tinggalkan Komentar

Pada suatu ketika, iblis mengiklankan bahwa ia akan mengobral perkakas-perkakas kerjanya. Pada hari H, seluruh perkakasnya dipajang untuk dilihat oleh para calon pembeli, lengkap dengan harga jualnya. Seperti kalau kita masuk ke toko hardware, barang-barang yang dijual sungguh-sungguh menarik, dan semua barang kelihatan berguna sesuai dengan fungsinya masing-masing. Harganya pun tidak mahal.

Barang-barang yang dijual antara lain: dengki, iri, tidak jujur, tidak menghargai orang lain, malas, tak tahu terimakasih, dendam, dan lain sebagainya. Di suatu pojok display, ada satu perkakas yang bentuknya sederhana, sudah agak aus, tetapi harganya paling tinggi diantara yang lain.
Salah seorang calon pembeli bertanya, “Ini alat apa namanya?”. Iblis pun menjawab, “Oh, itu namanya putus asa”. “Kenapa harganya mahal sekali, kan sudah aus…?”. “Ya, karena perkakas ini sangat mudah dipakai dan berdaya guna tinggi. Saya bisa dengan mudah masuk kedalam hati manusia dengan alat ini dibanding yang lain. Begitu saya berhasil masuk, saya dengan sangat mudah melakukan apa saja yang saya inginkan terhadap manusia terebut. Tahukah anda kenapa barang ini menjadi aus?, Itu karena saya sering menggunakannya kepada hampir semua orang, karena kebanyakan manusia tidak tahu kalau Putus Asa itu sebenarnya milik saya”.

Sumber: galerirohis-smatamhar2.blogspot.com

Categories: IBRAH/HIKMAH

Jangan panggil aq KODOK!!

27 November 2009 1 komentar

“Ibarat panci dalam tempurung” atau istilah “hanya kodok yang terus menerus asyik berkubang dalam panci walaupun panci itu berisi air mendidih yang panas…”.

” kenapa harus menjadi kodok?? lho, kita kan manusia kok dikatain kodok?. benar, protes aja, DEH coz kita kan manusia??. Tapi tw g sech, terkadang perilaku kita mencerminkan watak makhluk lain (sebagian atau menyeluruh, may be!!) baik sadar ataupun g, y kan??.y asal tw aja, yang paling ringan sindirannya mungkin “katak”.(he,he..).

istilah ini cocok bagi siapa saja yang “stagnan” , berdiam diri atau cuek dengan keadaan “bumi” sekarang. Bukan sok sempurna, namun bagaimana kita saling mengingatkan bahwa kita memang bukan “kodok” yang hanya terus menerus merasa adem ayem dengan kehidupan yang semakin lama semakin “bobrok” (GUBRAAAAKK…).

yah….seneng2 aja bagi yang senang dengan jaman modern seperti sekarang ini, berbahagialah!!! SELAMAT BERBAHAGIA aq ucapkan!! Tapi tahu tidak, zaman moderen ini dibungkus dengan zaman jahiliyyah episode baru yang yang lebih kelam banyak kebobrokan yang terjadi. Kl ZAMAN jahiliyyah dulu membunuh bayi perempuan yang telah lahir nah kalo sekarang MEMBUNUH bayi mungil yang baru akan LAHIR. Dulu, memakan DAGING saudaranya sendiri sekarang sama..memakan DAGING juga tapi dibungkus dengan GHIBAH, dulu pakeannya emang keliatan pusar dll sekarang sama buanget..bedanya sekarang “banjir” berbagai merek terkenal (NUDZUBillah..). dulu, PEDANG itu lebih TAJAM nah sekarang??LIDAH itu lebih SANGAT tajam (nyambung g sech??). Whatever, itu hanya contoh kecil, belom yang lain2 lho..yah, sekali lg bagi yang bangga dengan zaman modern ataupun yang adem ayam upz ayem,SELAMAT MENIKMATI!!

Kalo’ mendengar kata “REVOLUSI” apa yang terpikir di kepala? KEKERASAN kah? KEJAHATAN kah?? Atau mungkin PEMBERONTAKan kah?? MUNGKINkah?? atau mungkin..M.U.S.T.A.H.I.L!!!
Up to u, tp tau kah kl kita semua sedang melakukannya namun terkadang sebagian tidak mengetahui keberlangsungannya. Sama seperti diri yang dulu masih ingusan yang mungkin masih nge”dot” cucu sebotol tanpa terasa menjadi seTUA sekarang (wew!). adakah yang mengatakan kalo revolusi itu tidak akan pernah terjadi??

Sumber: buletin-onr.blogspot.com

Categories: IBRAH/HIKMAH

Dari Ateisme Menuju Islam… Kisah Seorang Penjaga Penjara Guantanamo

12 Oktober 2009 1 komentar

Friday, 09 October 2009

ImageMediaUmat- Terry Holdbrox tidak mengetahui bahwa waktu yang ia habiskan di sana sebagai sipir penjara bagi “orang-orang terburuk di dunia” justru hal itu menjadi titik balik perubahan dalam hidupnya, yang kemudian membawanya dari kegelapan ateisme menuju cahaya Islam.

Holdbrox (salah satu sipir penjara Guantanamo), yang menyatakan masuk Islam baru-baru ini mengatakan dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Inggris “The Guardian” yang diterbitkan pada hari Rabu 7/10/2009, tentang pengalaman yang mengubah hidupnya ini. Dia mengatakan: “Kami tidak mengerti sama sekali tentang Islam …. Sedang yang kami ketahui tentang Islam adalah gambaran mengenai serangan 11 September. Sebab selama ini para pemimpin kami senantiasa menjejali telinga kami bahwa para tahanan Guantanamo adalah orang-orang terburuk di muka bumi ini…. Mereka bekerja di bawah komando Osama bin Laden. Dan mereka akan membunuh Anda pada kesempatan pertama di mana mereka bertemu Anda.” Read more…

Categories: IBRAH/HIKMAH

Berjemur Di Padang Mahsyar

1 September 2009 Tinggalkan Komentar

oleh Ali Alfarisi

Selasa, 01/09/2009, eramuslim.com

“panas hari ini belum ada apa apanya, padang mahsyar jauh lebih panas, saya hanya sedang  melatih diri menghadapi hari hisab itu”.

Musim panas tahun ini semakin terasa menyengat, matahari seolah sudah turun beberapa centi dan memanggang tubuh-tubuh kerdil di negeri gulf ini. Suhu udara 50 derajat bahkan kadang lebih sudah cukup membuat orang malas keluar rumah, apalagi ditambah humidity di atas 70%, membuat orang-orang semakin betah saja berlama lama di dalam ruangan ber-AC. Karena kalau keluar ruangan, meski tidak melakukan pekerjaan fisik yang berat, tubuh bagai meleleh dengan keringat langsung membasahi sampai ke ujung kaki.

Tapi tidak demikian dengan salah seorang rekan kerja saya, namanya Sterne Rydell. European berpasport Sweden ini senantiasa menghabiskan waktu liburnya dengan berjemur di pantai. Jadwal kerja kami yang empat hari kerja dan empat hari libur, semakin memanjakan dia dan keluarganya untuk berpuas diri bermain di pantai yang sepi, berenang di air laut yang panas dan tiduran di atas pasir pantai yang panas di tengah terik matahari summer pula. Padahal baru minggu kemaren dia kembali bekerja setelah cuti vacation ke negaranya selama hampir dua bulan. Meski di negaranya juga sedang summer, tapi suhu tertinggi disana hanya sampai 20 derajat yang buat orang Indonesia seperti saya sudah sangat dingin, tapi bagi dia dan warga Europe lainnya belum ada apa apanya karena saat winter, suhu udara mencapai -15 derajat. Tak heran ketika kembali ke negeri gulf ini seakan melanjutkan liburan bagi dia dan keluarganya. Read more…

Categories: IBRAH/HIKMAH

Menangis Karena Takut pada Allah

29 Agustus 2009 Tinggalkan Komentar

oleh M. Arif As-Salman

eramuslim.com, Jumat, 28/08/2009

Malam itu -Kamis, 27 Agustus 2009- mesjid al-Majid yang terletak di belakang kantor Konsuler KBRI Kairo masih terlihat sepi. Baru shaf pertama yang telah dipenuhi orang-orang. Mereka nampak asyik membaca al-Qur`an. Sebagian mereka tengah khusyuk dalam shalat. Alhamdulillah, masih ada tempat duduk yang kosong di pojok kiri shaf pertama. Segera saya menuju tempat itu.

Seorang pemuda Mesir, Ahsan-nama samaran- tengah larut dalam lantunan ayat-ayat Allah. Ia terlihat begitu khusyuk. Saya awalnya ingin menyapanya, tapi niat itu saya tahan, saya tidak ingin mengganggunya.

Usai shalat sunnah tahiyyatul masjid, sayapun membuka mushaf, melanjutkan bacaan al-Qur`an saya. Begitu nikmatnya terasa di rumah Allah, ketika ayat-ayat-Nya dibaca, ketenangan menyapa jiwa. Read more…

Categories: IBRAH/HIKMAH

RENUNGAN BERSAMA…………

27 Agustus 2009 Tinggalkan Komentar

By: Ummu Azkia Fachrina Hanifa

Pagi itu, walaupun langit telah mulai menguning, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap. Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbatas memberikan khutbah, “Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Ku wariskan dua perkara pada kalian, Al-Qur’an dan sunnahku. Barang siapa mencintai sunnahku, bererti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan masuk syurga bersama-sama aku.” Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang tenang dan penuh minat menatap sahabatnya satu persatu.

Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar adanya naik turun menahan nafas dan tangisnya. Usman menghela nafas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba. “Rasulullah akan meninggalkan kita semua,” keluh hati semua sahabat kala itu. Manusia tercinta itu, hampir selesai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan cergas menangkap Rasulullah yang berkeadaan lemah dan goyah ketika turun dari mimbar. Disaat itu, kalau mampu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu. Read more…

Categories: IBRAH/HIKMAH

SURAT SAHABAT…………….AINA ANTUNNA YA AKHWATI…………

27 Agustus 2009 Tinggalkan Komentar

Gerai berita dari sahabat yang jauh… di sebrang sana

By ummu Azkia Fachrina Hanifa

Sedih. Miris. Itulah yang saya rasakan ketika melihat tayangan pemakaman the King of Pop, Michael Jackson yang begitu gegap gempita di televisi-televisi kita sepanjang hari kemarin. Beberapa stasiun tv bahkan menayangkan tayangan eksklusif langsung dari AS acara penghormatan terakhir bagi si Raja Musik Pop sampai pagi ! Dan entah berapa juta mata masyarakat Indonesia yang rela menahan kantuk demi menyaksikan acara itu.

Saya sedih, bukan karena kematian MJ yang dipuja jutaan orang di dunia. Tapi saya sedih, karena pada saat yang sama, berlangsung pemakaman seorang muslimah yang Insya Allah menjadi seorang syahidah karena mempertahankan jilbabnya. Marwa Al-Sharbini, seorang ibu satu anak yang sedang mengandung tiga bulan, wafat akibat ditikam sebanyak 18 kali oleh seorang pemuda Jerman keturunan Rusia yang anti-Islam dan anti-Muslim. Tapi berita ini, sama sekali tidak saya temukan di televisi-televisi Indonesia, negara yang mayoritas penduduknya Muslim, bahkan mungkin, tak banyak dari kita yang tahu akan peristiwa yang menimpa Marwa. Ribuan orang di Mesir yang mengantar jenazah Marwa ke tempat peristirahatannya yang terakhir, memang tidak sebanyak orang yang menangisi kepergian Michael Jackson. Marwa hanya seorang ibu dan bukan superstar seperti MJ. Tapi kepergian Marwa adalah lambang jihad seorang muslim. Marwa mempertahankan harga dirinya sebagai seorang Muslimah yang mematuhi ajaran agamanya meski untuk itu ia kehilangan nyawanya. Read more…

Categories: IBRAH/HIKMAH

Alicia Rana Alya, Temukan Hidayah di Negeri Sakura

jepangIslam adalah jalan hidup. Sebuah pilihan yang tidak akan mudah bagi kebanyakan orang untuk menjalaninya. Satu milyar lebih penduduk Muslim di dunia saat ini, namun tak semua Muslim hidup secara islami. Walaupun Islam & Al-Quran turun di tanah Arab, hidayah Allah SWT tak mengenal negara dan tempat. Dan itu terjadi kepada seorang gadis Arab yang hendak menempuh master di tanah jepang. Sebut saja namanya Alya, seorang gadis cantik keturunan Suriah. Terlalu sempurna garis lekukan wajahnya untuk ukuran orang Asia seperti saya. Ia dibesarkan di Uni Emirat Arab dan keluarganya termasuk dalam golongan menengah ke atas di negaranya.

Saya berkenalan dengan Alya di Jepang, awal musim semi bulan april 2006, saat salju masih turun perlahan di kota itu. Kami sekelas bahasa jepang dan satu laboratorium dengannya. Untuk ukuran saya, ia termasuk anak yang manja dan terbiasa dengan kemewahan. Di awal kedatangan di Jepang, kami banyak menghabiskan waktu bersama untuk membeli perabotan kebutuhan sehari-hari. Saya lebih menyukai toko 100 yen, sedangkan ia tidak berkeberatan membeli di toko lebih dari 5000 yen asalkan bagus dan berkualitas sempurna.

Tujuh bulan kedatangan kami di Jepang, saya memutuskan untuk mengenakan hijab. Hanya karena ingin hidup secara islami dan memutuskan untuk menapaki jalan hidup ini secara perlahan namun pasti. Keputusan saya tentu saja mengundang perhatian anggota laboratorium bahasa tak terkecuali Alya. Ia memandang saya dengan tatapan sangat aneh dan sedikit sinis. Ketika saya ingin salat di lab, gadis yang berbahasa Arab sehari-hari itu memperhatikan saya dengan tatapan penuh tanda tanya. Namun tak banyak komunikasi kami karena kesibukan lab terlalu menyita. Pernah sekali waktu berbincang mengenai Islam dengannya, namun isue negatif tentang kondisi umat Islam yang memprihatinkan, keadaan Muslimah berjilbab yang tidak memperhatikan perilaku, Muslim yang berkata tidak jujur dan suka berlaku kasar menjadi fokus pembicaraannya.

Dalam sebuah pesta yang diadakan oleh lab, seringkali saya menjadi bulan-bulanan karena termasuk seorang yang aneh karena ada dua orang (Alya dan satu orang dari negara lain) yang beragama Islam selain saya, tapi ada yang minum sake (minuman keras khas Jepang) dan Alya tidak berjilbab. Ketika Alya ditanya mengapa tidak minum sake? Ia menjawab dengan ketus, “Because i dont like it! Not because of religion or anything”.

Waktu terus berjalan dan kami pun tak banyak interaksi. Hanya sapaan selamat pagi dan senyuman di saat berpapasan yang menjadi tautan hati kami. Mejanya tepat dibelakang saya, sedangkan meja saya menghadap tembok. Saya hanya berharap semoga Allah Swt melunakkan hati dan kesombongannya untuk mengakui Islam. Kadang hati bergetar karena ia adalah seorang Arab yang mestinya memiliki pemahaman keislaman lebih banyak karena bisa berbahasa arab dan mudah membaca Al-Quran, tetapi Alhamdulillah getaran tersebut tidak membuat saya ragu untuk sealu mengawali aktivitas di lab dengan membaca di dalam hati mushaf kecil Al-Qur`an walaupun hanya setengah halaman.

Satu setengah tahun berjalan sejak perkenalan pertama kami, saat itu akhir musim semi. Disaat bunga sakura hendak menggugurkan bunganya perlahan-lahan. Mendekati ujian tesis enam bulan lagi, terlalu banyak beban saya saat itu. Belajar di negeri orang, membutuhkan banyak toleransi dan perjuangan yang tidak kalah besar dengan di negeri sendiri. Tidur jam 3 pagi dan harus datang jam 8 pagi lab sudah hampir menjadi kebiasaan yang membuat lelah fisik maupun mental. Saya kemudian memutuskan untuk meninggalkan lab tersebut dan pindah ke tempat lain.

Ternyata saya tidak sendirian mengalami tekanan yang cukup berat dari lab. beberapa kali ia sakit dan tidak masuk 1 atau 2 hari. Yang saya pahami, ia pun ternyata sedang mengalami tekanan yang luar biasa dari dalam diri dan tugas tesisnya. Sampai ketika terhitung lima hari ia tidak masuk kampus. Saya bertanya-tanya ada apa dengannya. Batin saya sangat tidak nyaman. Khawatir ada sesuatu yang tidak diinginkan terjadi padanya.

Pukul 7 sore selepas Maghrib, tak tertahan lagi saya segera meluncurkan kendaraan saya menuju rumahnya. Niat hendak berkunjung untuk sekedar menyapa dan bertanya mengapa tidak masuk sekolah beberapa hari ini. Saya bawa Al-Qur`an kecil sebagai hadiah untuk ditaruh dalam box suratnya. Ingin agar ia membacanya perlahan dan merasakan keagungannya.

Pintu rumahnya terbuka setelah saya menekan bel, ternyata ia ada. Ia mempersilakan saya untuk duduk di sofa ruang tamunya. Kakinya bersimpuh di depan saya, ia berkata, besok ia akan pulang ke Abu dhabi. Saya ambil cuti. ”Saya ingin belajar salat…”, ujarnya kepada saya. Cucuran air mata berlinang di pipinya yang putih kemerahan. ”Saya ingin belajar mengaji dan belajar Islam. Mohon ajari saya berwudhu, ajari saya salat…”, pinta Alya.

Batin saya terguncang, bertasbih dan bertakbir. Allaahu Akbar!! Allah Maha Besar. Saya katakan kepadanya, resapilah.., nikmatilah saat-saat berwudhu seperti halnya saat-saat kita salat dan berbicara denganNya. Semoga saja, tetesan air yang mengalir ini menggugurkan dosa-dosa tubuh kita dan keangkuhan kita..

Kami pun larut dalam tangis dan peluk. Seperti halnya hujan rintik di pegunungan kota kami yang pelahan menggugurkan keangkuhan indah sakura yang hanya sesaat.

Minggu lalu, saya meneleponnya.. Ia di Abu dhabi, saya masih di negeri ini. Ia berkata “My hair… My hair.. I want to wear hijab..” kudengar suara Alya di ujung telepon

Semoga Allah SWT menjaga dan menuntunnya dalam kasih sayang menapaki jalan Islam dengan perlahan namun pasti.

———————————————————————————————————–

Kepada para muslim dan muslimah dimana saja berada, tetaplah melakukan yang terbaik sesuai dengan tata cara dan kehendak yang Allah SWT tuangkan dalam Al-Qur`an dan hadis. Bukan atas kehendak kita dan kesenangan terselubung. Karena kita tidak akan pernah tahu di ruang waktu mana Allah Swt menurunkan hidayahNya kepada seseorang dengan dan tanpa kehadiran kita.

Wallahualambisshowab

pengirim: Pelajar Muslimah di Jepang

sumber: eramuslim.com (24/06/2009 )

Categories: IBRAH/HIKMAH

Semoga Hidayah Islam Segera Menyentuhmu, Wall

wall(2)Apa yang dilakukan Spencer Wall, seorang perempuan AS berusia 20 tahun asal West Texas, tergolong unik dan tidak lazim di tengah masyarakat yang mayoritas non-Muslim. Wall sendiri beragama Kristen, tapi sejak akhir April kemarin ia memutuskan untuk mengenakan busana muslimah lengkap dengan jilbabnya selama satu tahun ini.

Apa sebenarnya tujuan Wall melakukan itu semua? Wall mengatakan bahwa ia tidak sedang berkesperimen tapi ia belajar dari pengalaman. Ia ingin merasakan bagaimana rasanya menjadi bagian kelompok minoritas-seperti komunitas Muslim- yang kehadirannya selalu dipandang sebelah mata dan dicurigai. Meski Wall sendiri mengklaim tidak sedang mewakili komunitas Muslim.

“Saya bukan ingin mewakili para muslimah atau komunitas Muslim. Saya ingin tahu seperti apa rasanya menjadi seperti mereka, sebentar saja …” ujar Wall.

Perubahan penampilan Wall tentu saja mengundang tanya teman-teman dan orang-orang di lingkungan Wall. Dan Wall memang mengalami hal-hal yang tidak diharapkannya sejak mengenakan jilbab dan busana muslimah. Orang kerap memandang Wall dengan curiga, tidak mau berbicara dengannya dan ia sering menerima cemoohan. Bahkan pernah ada pengunjung di restoran tempatnya bekerja, menolak dilayani Wall. Tapi seperti kebanyakan muslimah di AS yang kerap menerima perlakuan tersebut, Wall tidak ambil peduli dan tetap melangkah.

Pertanyaan yang paling sering diterima Wall adalah pertanyaan darimana ia berasal. Pertanyaan tipikal orang-orang Amerika yang masih melihat warga Muslim sebagai imigran. Awalnya, Wall menjawab pertanyaan itu dengan penjelasan soal “keinginannya belajar dari pengalaman”. Tapi lama-lama, Wall bosan juga dan menjawab pertanyaan itu dengan kalimat pendek,”Saya bukan Muslim, tapi saya mengenakan jilbab karena saya menginginkannya.”

Meski demikian, Wall mengakui pernyataannya itu tidak sepenuhnya benar, karena jauh di dalam hatinya ia merasa tidak bisa keluar rumah tanpa mengenakan busana muslimah. “Saya pernah mencoba tidak mengenakan jilbab sehari saja. Ternyata saya tidak mampu melakukannya,” aku Wall.

Bukan hanya dalam berbusana, Wall juga mengikuti kebiasaan sebagaimana layaknya muslimah. Ia menolak kontak fisik terutama dengan laki-laki. Di toko pakaian, Wall pernah meminta pelayan toko untuk menutup celah yang agak terbuka di tempat ganti pakaian, karena kakinya akan terlihat saat mencoba pakaian.

Wall mengatakan, pengalamannya “menjadi seorang muslimah” mengajarkannya untuk menghargai dan menghormati hal-hal yang sifatnya privasi bagi dirinya sendiri. Satu hal yang menurut Wall, tidak pernah ia rasakan dalam ajaran agama Kristen. Wall bahkan mengatakan, suatu hari nanti ia juga ingin merasakan bagaimana rasanya menjalankan salat lima waktu setiap hari.

“Seperti Anda tahu, kami hidup di tengah masyarakat yang tidak peduli dengan aktivitas peribadahan. Dengan pengalaman saya sekarang, saya merasakan diri saya lebih dekat dengan Tuhan,” ungkap Wall.

“Pengalaman ini mengajarkan saya untuk menghormati perempuan yang memutuskan untuk di rumah saja menjaga dan mendidik anak-anaknya, menghormati mereka yang mengenakan jilbab dan beraktivitas di luar atau ingin menjadi seorang CEO,” sambung Wall.

Meski sudah berbusana muslimah dan menyatakan ingin mencoba salat lima waktu, untuk saat ini cahaya Islam mungkin belum menyentuh Wall. Semoga di suatu saat Allah SWT memberikan hidayah Islam padanya. (eramuslim.com, 17/06/09)

Categories: IBRAH/HIKMAH
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.