Arsip

Archive for Juni, 2009

Palang Merah Internasional: Jalur Gaza Kritis

gaza(15)Palang Merah Internasional (ICRC) menyatakan, enam bulan setelah agresi Israel, kehidupan satu setengah juta warga Gaza masih sangat memprihatinkan. Mereka masih hidup dibawah blokade dan pembatasan yang diberlakukan rezim Zionis.

Blokade yang dilakukan Israel, juga menyulitkan ICRC untuk melaksanakan program rekonstruksi Gaza meski sudah tersedia dana sebesar 4,5 juta dollar AS. Menurut ICRC, rakyat Gaza masih kesulitan mendapatkan layanan kesehatan, kekurangan persediaan air bersih tidak tersedianya sistem sanitasi dan rumah yang layak untuk tempat tinggal. Ratusan pasien meninggal dan ratusan pasien lainnya dalam kondisi kritis karena ketiadaan obat dan terbatasnya peralatan rumah sakit di Gaza, sementara Israel tidak mengizinkan para pasien itu keluar Gaza untuk berobat.

ICRC mendesak rezim Zionis agar memberi iji masuk bagi truk-truk yang mengangkut berbagai peralatan, pipa-pipa air, bahan bangunan dan kebutuhan dasar lainnya yang diperlukan untuk proses rekonstruksi. Tapi desakan itu tidak digubris Israel.

Dalam laporannya, ICRC menyatakan tingkat kemiskinan warga Gaza sudah mencapai level yang membahayakan, yang berdampak pada makin bertambahnya jumlah anak-anak Gaza yang menderita gizi buruk. Sampai saat ini, ribuan orang di Gaza tidak punya rumah karena rumah mereka hancur akibat agresi brutal Israel bulan Januari lalu. Lebih dari 70 persen dari 1,5 juta warga Gaza hidup di bawah garis kemiskinan. Satu dari sembilan keluarga di Gaza pendapatannya kurang dari 250 dollar per bulan.

ICRC mengingatkan dunia internasional untuk lebih memperkuat tekanannya pada Israel agar segera mengakhiri blokade di Jalur Gaza yang sudah berlangsung selama dua tahun dan membuat warga Gaza menderita. Organisasi Palang Merah Internasional itu menegaskan, bantuan kemanusiaan saja tidak cukup untuk meringankan penderitaan warga Gaza karena yang terpenting adalah penyelesaian politik yang tegas dari pihak-pihak yang terkait terhadap kebijakan kejam Israel untuk memulihkan kembali kehidupan warga Gaza. (eramuslim.com, 30/06/09)

Iklan
Kategori:Politik

Obama Menyerang Negeri-Negeri Kaum Muslim, Mulai Dari Rezim Turki Hingga Rezim Mesir, Melewati Rezim Pemerintahan Saudi

[Al-Islam 459] Setelah kunjungannya ke Istanbul (Turki), Obama mengarahkan tagetnya ke wilayah Kinanah (Mesir) melewati Jazirah Arab. Pada hari Kamis pagi (4/6/2009) Obama disambut oleh penguasa Mesir seperti seorang pahlawan yang baru pulang dari medan tempur dengan membawa kemenangan! Sebelum kedatangannya, sudah tampak penjagaan sangat ketat. Pasukan keamanan tersebar di mana-mana. Berbagai bunga dan hiasan ucapan selamat berjajar menyambut Presiden Amerika itu. Padahal dia adalah pemimpin kekufuran, yang hingga kini masih terus menumpahkan darah umat Islam di Afganistan, Pakistan dan Irak.

Penguasa Mesir menyambut Obama dari pintu Istana Kubah dengan penuh kehangatan dan penghormatan. Dari sana Obama pergi menuju Universitas Kairo untuk menempati mimbar kehormatan yang telah disiapkan dan menyampaikan pidato kepada kaum Muslim.

Inti pidato yang disampikan Obama tidak berbeda dengan kebijakan umum para mantan presiden Amerika sebelumnya. Mulai dari awal hingga akhir, isi pidato Obama tidak keluar dari upaya Amerika untuk mewujudkan kepentingannya sendiri. Amerika mencoba meyakinkan kaum Muslim bahwa perang yang dilancarkan Amerika terhadap negeri-negeri kaum Muslim adalah benar. Dengan tipudaya yang begitu sempurna, Obama berusaha memunculkan kesan bahwa Amerika sedang berupaya membangun hubungan yang bersifat umum (dengan Dunia Islam).

Namun, terkait dengan isu-isu yang kasatmata, isi pidato Obama begitu tajam, pedas, jelas dan tanpa basa-basi, yang menunjukkan permusuhannya yang nyata terhadap kaum Muslim. Allah SWT berfirman:

قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ

Telah nyata kebencian dari mulut mereka dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi (QS Ali Imran [3]: 118).

Sejak awal Obama telah melontarkan berbagai ancaman terhadap mereka yang disebut dengan ekstremis-teroris di Afganistan dan Pakistan. Bahkan ia mendorong berbagai negara untuk berperang di pihak Amerika. Dengan bangganya Obama mengatakan bahwa dirinya telah mengumpulkan 46 negara untuk membantunya berperang di Afganistan.

Obama bahkan telah membombardir Pakistan secara langsung maupun tidak langsung. Dalam hal ini, dia tidak merasa bersalah sedikitpun meski yang dia bunuh adalah kaum perempuan, anak-anak dan orang tua.

Walhasil, mereka itulah para ekstremis yang sesungguhnya. Pasalnya, berbagai kejahatan telah dilakukan Amerika. Amerika juga terus melakukan aksi pembunuhannya secara brutal di Afganistan, Pakistan dan Irak. Namun, Obama terus saja mengatakan bahwa Amerika tidak ingin memerangi Islam dan kaum Muslim, seperti yang telah ia katakan di Turki.

Kemudian, ketika Obama beralih pada isu Palestina dalam pidatonya itu, ia dengan jelas menyatakan bagaimana kuatnya hubungan Amerika dengan negara Yahudi yang telah merampas Palestina. Dalam pandangan Obama, negara Yahudi harus tetap dengan apa yang telah dirampasnya. Kemudian, ia menekankan solusi dua negara, yaitu pengakuan akan hak bangsa Yahudi atas sebagian besar wilayah Palestina, sementara sisanya yang tinggal sedikit, disebut dengan negara bagi warga Palestina.

Selanjutnya, dengan polosnya, Obama ingin menghentikan pembangunan—bukan menghapus—permukiman Yahudi. Itu pun dengan syarat, Palestina harus menghentikan setiap bentuk perlawanan dan permusuhannya terhadap Yahudi.

Pidato Obama lalu memasuki isu senjata nuklir. Dalam hal ini, ia fokus pada Iran. Ia menginginkan wilayah Timur Tengah bersih dan bebas dari senjata nuklir. Anehnya, ia sama sekali tidak menyebutkan institusi Yahudi meski hanya satu kata. Padahal semua tahu bahwa institusi Yahudi adalah negara nuklir!

Dengan demikian, jelas hakikat kedatangan Obama adalah untuk menyerang kaum Muslim melalui tipudaya, kelicikan dan kata-kata manis. Di sisi lain, penguasa Mesir telah menyiapkan suatu mekanisme untuk memobilisasi orang-orangnya agar bersorak-sorai dan memberikan sambutan hangat atas tindakan jorok, keji dan beracun yang dilakukan Amerika ini.

Sesungguhnya sorak-sorai dan sambutan hangat yang palsu ini terlihat jelas sekali bagi siapapun yang kedua matanya sehat. Jika tidak, bagaimana mungkin ia memberikan sambutan hangat atas pidato Obama tentang solusi dua negara? Pantaskah seorang Muslim rela, apalagi bersorak-sorai dan menyambut hangat keinginan Amerika untuk membagi-bagi tanah Palestina yang penuh berkah—tanah tempat Isra’ dan Mikraj-nya Nabi saw.—antara pemilik yang sah (kaum Muslim) dan orang yang telah merampasnya (Yahudi)?

Bagaimana mungkin seorang Muslim bersorak-sorai memberikan sambutan hangat, padahal Obama telah sengaja menyimpangkan makna firman Allah SWT ketika ia menyitir firman-Nya:

مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الأرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا

Siapa saja yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu membunuh orang lain, atau bukan karena ia membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan ia telah membunuh manusia seluruhnya (QS al-Maidah [5]: 32).

Ayat ini oleh Obama ditujukan kepada mereka yang disebut dengan ‘ekstremis’ Muslim. Padahal ayat ini merupakan ayat yang pertama kali diturunkan kepada Bani Israel. Dengan mengutip ayat ini, Obama menganggap seorang Muslim yang membela agamanya dan keluarganya serta memerangi orang-orang yang menyerangnya sebagai orang yang telah membunuh semua manusia. Sebaliknya, apa yang dilakukan oleh institusi Yahudi yang telah membunuh warga Palestina, merampas tanahnya, mengusir dari rumah-rumahnya, merampas kehormatan dan kesuciannya serta melakukan kerusakan demi kerusakan, semua itu di mata Obama bukan pembunuhan atas semua manusia.

Di mata Obama, pembantaian yang dilakukan Amerika terhadap kaum Muslim, juga bukan pembunuhan atas semua orang. Allah SWT berfirman:

كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ إِنْ يَقُولُونَ إِلا كَذِبًا

Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka. Mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta (QS al-Kahfi [18]: 5).

Bagaimana mungkin pula seorang Muslim bersorak-sorai memberikan sambutan hangat kepada Obama, yang dengan seenaknya mengumumkan bahwa Al-Quds (Yerusalem) dikuasai bersama oleh bangsa Yahudi, orang-orang Kristen dan kaum Muslim? Padahal jelas Khalifah Umar melalui Perjanjian Umariyah dulu telah menetapkan bahwa tidak seorang Yahudi pun boleh tinggal di dalamnya.

Sungguh, sorak-sorai dan sambutan hangat itu terlihat jelas sekali dustanya. Penguasa boneka yang telah disiapkan Obama ternyata tidak mampu menyembunyikan semua kedustaan ini meskipun mereka telah menyiapkan panggung sandiwara untuk Obama agar wajahnya terlihat bagus, toleran dan adil.

Wahai kaum Muslim:

Sesungguhnya Obama mendatangi Anda dengan “pakaian ibadah” sekadar demi memanfaatkan Anda, sementara Anda tidak merasa dimanfaatkan. Karena itu, Obama sesungguhnya lebih berbahaya daripada orang yang secara terang-terangan dan terbuka memusuhi Anda.

Amerika sebetulnya panik dan takut kepada Anda meski Amerika dilengkapi dengan senjata berat dan modern. Jika tidak demikian, tentu Amerika akan menyatakan secara terbuka permusuhannya kepada Anda.

Wahai kaum Muslim:

Obama memilih menyerang negeri-negeri kaum Muslim bukan tanpa pertimbangan. Ia memulai ‘serangannya’ dari Istanbul (Turki), melewati wilayah Jazirah dan berakhir di wilayah Kinanah (Mesir). Istanbul merupakan wilayah kuasaan al-Fatih, ibukota Khilafah yang pernah berdiri kokoh di hadapan dominasi Yahudi atas Palestina. Ia juga menyadari bahwa wilayah Jazirah adalah ibukota Khilafah yang pertama, yang dari Jazirah inilah Umar membebaskan al-Quds (Yerusalem). Ia pun menyadari bahwa wilayah Kinanah (Mesir) adalah pusat kekuasaan Shalahuddin, yang darinya beliau membebaskan al-Quds (Yerusalem) dari kaum salibis.

Obama menyadari semua itu. Karenanya, ia datang ke negeri-negeri tersebut membawa pesan untuk umat Islam, bahwa era kemuliaan kaum Muslim sudah lenyap dan berakhir. Negara dan kekuasaan sekarang ada di tangan Obama dan sekutunya serta di bawah pengaruh Amerika.

Sungguh, kaum kafir penjajah lebih banyak mengetahui pusat-pusat kekuatan umat Islam daripada kaum Muslim sendiri. Mereka mempelajari sejarah dan agama kita, mengerti kantong-kantong kekuatan kita dan memahami karakteristik-karakteristik kebaikan yang diemban umat kita. Jadi, bukan hal yang kebetulan jika Obama menyitir firman Allah SWT:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, serta menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kalian saling kenal mengenal (QS al-Hujurat [49]: 13).

Ia sengaja berhenti sampai pada kalimat di atas. Ia tidak meneruskannya sampai akhir ayat, yaitu:

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ

Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kalian (QS al-Hujurat [49]: 13).

Ia tidak menyebutkan bahwa takwalah yang akan menjadikan umat Islam paling mulia dan paling perkasa, dan dengan ketakwaan pula umat Islam akan menjadikan Amerika dan pengikutnya sebagai umat yang paling rendah dan paling hina.

Wahai kaum Muslim:

Sungguh, melalui pidatonya itu, Obama berusaha untuk memperlihatkan bahwa dirinya adalah pemimpin dunia. Untuk itu, dia menyiapkan para penguasa antek di negeri-negeri kaum Muslim, yang kemudian memberi Obama mahkota yang melebihi apa yang dia inginkan. Keadaan Obama dengan para anteknya itu sesungguhnya seperti keadaan Fir’aun dengan kaumnya (Lihat: QS az-Zukhruf [43]: 54).

Namun, andai saja Obama itu cerdas dan pintar, dia seharusnya menyadari bahwa wilayah Istanbul, Jazirah dan Kinanah (Mesir) sesungguhnya tidak pernah menerima apalagi menyambutnya. Mereka yang menyambutnya hanyalah kumpulan para penguasa pengkhianat yang tidak lama lagi akan disingkirkan dari kehidupan kaum Muslim.

Obama juga seharusnya menyadari bahwa permainan kata-kata dalam pidatonya dan tipuan-tipuan pernyataan yang dilontarkan, tidak akan mampu mempengaruhi akal sehat kaum Muslim.

Sungguh, Hizbut Tahrir mengumumkan kepada Obama dan dunia, bahwa Islam memiliki para tokoh dan ksatria yang akan menegakkan Daulah Islam untuk menjadi negara nomor satu di dunia. Daulah Islam akan datang untuk menegakkan keadilan, menghapus kezaliman dan mengembalikan hak-hak kepada yang memang berhak; mengusir Amerika agar kembali ke rumahnya sendiri dalam keadaan hina dan tak berdaya serta menghapus institusi Yahudi yang telah merampas Palestina sehingga semuanya kembali utuh menjadi bagian dari Daulah Islam. Bumi akan kembali bersinar dengan tegaknya Khilafah dan kebaikan akan merata terasa di seluruh penjuru dunia.

وَاللَّهُ غَالِبٌ عَلَى أَمْرِهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لا يَعْلَمُونَ

Allah berkuasa atas urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya (QS Yusuf [12]: 21).

Kategori:Politik

Siapa yang Membuat Israel Jadi Arogan?

obamagSudah menjadi rahasia umum kalau Israel selama ini menikmati kemudahan bantuan dari AS, terutama untuk keperluan militernya. Dibandingkan negara-negara lain yang juga menerima bantuan dari pemerintah AS, Israel tidak perlu melewati birokrasi panjang di AS untuk mendapatkan bantuan itu.

Tidak seperti negara-negara lain yang juga menerima bantuan militer dari AS, Israel tidak perlu berurusan dengan Pentagon untuk mendapatkan bantuan dana bagi militernya. Selain itu, AS juga memberi keleluasaan bagi Israel untuk secara langsung membuat kesepakatan kerjasama dengan seluruh kontraktor militer di AS. Dan para kontraktor militer di AS membagi kontrak-kontrak militernya ke seluruh distrik-distrik yang kuat di Kongres, sehingga mereka selalu mendapat dukungan dari mayoritas Kongres.

Kondisi itu ikut menguntungkan sejumlah lobi Israel di AS, utamanya American Israel Public Affairs Committee (AIPAC) yang makin berpengaruh di Capitoll Hill, tempat anggota Kongres AS bekerja. Lobi yahudi terbesar di AS ini bisa mempengaruhi anggota Kongres agar pemerintahan di AS mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang pro-Israel.

Dan Kongres AS tahun ini kemungkinan besar akan kembali menyetujui anggaran bantuan pemerintah AS untuk militer Israel, meski anggaran itu diprotes oleh para aktivis perdamaian dan aktivis anti-perang di negeri itu. Tak banyak yang tahu, kalau Presiden Barack Obama telah mengajukan proposal anggaran bantuan bagi militer Israel sebesar 2, 775 milyar dollar untuk tahun fiskal 2010.

Proposal itu sudah dibahas oleh sub komite House Appropriations yang menangangi bidang kenegaraan, operasi-operasi internasional dan program-progam yang terkait. Pembahasan yang dilakukan di sebuang ruangan kecil di Capitol Hill itu juga dilakukan secara tertutup. Perss dan para aktivis anti-perang yang ingin mengetahui apakah pembahasan itu menyinggung bantuan untuk Israel, tidak diberi akses informasi. Mereka hanya tahu bahwa anggaran fiskal yang diajukan Obama lolos ke komite penuh Majelis Apropriasi di Kongres..

Para aktivis anti-perang di AS memprotes rencana anggaran yang mencantumkan bantuan untuk militer Israel, karena militer Israel telah menyalahgunakan persenjataannya untuk membunuh warga sipil di Palestina. Dari dokumen-dokumen CIA yang baru-baru ini dirilis ke publik juga diketahui, bahwa bantuan AS untuk militer Israel makin memperkuat persenjataan Israel yang membuat rezim Zionis itu arogan dan berani menolak inisiatif-inisiatif perdamaian.

Israel juga menggunakan bantuan dari AS untuk membangun persenjataan nuklirnya dan AS bukannya tidak tahu akan hal itu. Mantan presiden AS Jimmy Carter bahkan asisten menlu AS, Rose Gottemoeller serta militer AS sendiri mengakui bahwa Israel adalah satu-satunya negara di Timur Tengah yang mengembangkan persenjataan nuklir.

Jika demikian, pemerintah AS sudah melanggar undang-undang negaranya sendiri. Amandemen undang-undang AS tentang bantuan untuk luar negeri secara khusus melarang AS memberikan bantuan bagi negara yang mengembangkan program nuklirnya tapi tidak menandatangani kesepakatan non-proliferasi (NPT) dan Israel adalah negara belum menjadi anggota kesepakatan NPT.

Bantuan buta AS terhadap Israel menunjukkan bahwa pemerintah dan Kongres AS berada dibawah supremasi lobi-lobi Yahudi, khususnya AIPAC. AS jelas meng’anakemas’kan Israel. Selama ini Israel selalu bersikap keras terhadap negara-negara yang mengembangkan program nuklirnya, misalnya Iran. Pada Israel, AS terus memberikan subsidi meski terbukti Israel telah menyalahgunakan bantuan AS untuk membunuh warga sipil, sedangkan pada Iran, AS malah menjatuhkan sanksi meski AS tak pernah bisa membuktikan tuduhannya yang menyebutkan bahwa program nuklir Iran digunakan untuk membuat persenjataan.

Kategori:Politik

Kemenangan Obama, Kemenangan Kaum Yahudi

holocaust3Bagi Yahudi Amerika, kemenangan Barack Obama menjadi lambang kemenangan mereka. Para Yahudi AS itu mengatakan, perjalanan hidup seorang Obama yang berasal dari keturunan imigran kulit hitam hingga berhasil mencapai kursi kepresidenan AS, mirip dengan perjuangan kaum Yahudi yang datang ke AS sebagai imigran yang mencari kehidupan yang lebih baik setelah mereka selalu menjadi kaum terusir di berbagai penjuru dunia.

Salah seorang tokoh Yahudi AS yang beranggapan seperti itu antara lain David Axelrod penasehat senior Gedung Putih dan kepala strategi kampanye Obama, yang selalu berusaha menutup-tutupi latar belakang ke-Yahudi-annya. Dalam sebuah pesta untuk Obama yang didanai sejumlah organisasi Yahudi di AS, Axelrod mengatakan, prestasi Obama merupakan satu lagi langkah maju kaum Yahudi dalam perjalanan Amerika Raya, yang sebelumnya telah dilakukan ayah dan kakek neneknya ketika mengungsi dari Bessarabia ke AS.

“Mereka datang ke AS bukan cuma untuk mencari tempat yang aman, tapi mereka juga mencari tempat yang menjanjikan dan memberikan kesempatan. Dan Amerika adalah lambangnya,” kata Axelrod.

Ia mengungkapkan harapannya, suatu saat nanti bukan hanya Obama yang bisa terpilih ke Gedung Putih, tapi anak-anak Yahudi lainnya seperti Rahm Emanuel yang ditunjuk Obama sebagai kepala staff Gedung Putih. Axelrod menyebut Emanuel sebagai “putera dari para imigran Israel.”

Axelrod mengaku sangat puas dan bangga begitu melihat hasil pemilu kemarin, dan melihat besarnya dukungan Yahudi AS pada Obama. Yang menurutnya merupakan dukungan terbesar pada Partai Demokrat dalam kurun waktu beberapa tahun ini.

Tokoh Yahudi lainnya yang memiliki pandangan sama dengan Axelrod dah ikut hadir dalam acara perayaan untuk Obama adalah aktor Bryan Greenberg. Ia mengaku hadir dalam perayaan itu untuk mengetahui lebih jauh bagaimana pemerintahan baru AS ini membina hubungan dengan komunitas Yahudi dan menanggapi isu-isu ke-Yahudi-an. Buat Greenberg, kepentingan Israel harus tetap nomor satu.

Greenberg menceritakan bagaimana nenek moyangnya berhasil lolos dari Jerman pada masa holocaust dan pengalaman perjalanannya ke Israel. Dari pengalamannya itu, Greenberg merasa betapa pentingnya bagi Yahudi memiliki satu tempat, setelah terusir dari satu tempat ke tempat lain selama ribuan tahun.

Rekan Greenberg, Debra Winger, salah satu pendukung Obama dan pendukung Yahudi mengatakan bahwa doa mereka telah dikabulkan dengan terpilihnya Obama. Bahkan Abner Mikvner, juru bicara kaum Yahudi Zionis, mantan anggota Kongres, mantan hakim federal yang juga mentor Obama berkomentar,“Obama adalah presiden Yahudi pertama“.

Tak heran, jika Barack Obama menunjukkan dukungan butanya pada Israel seperti juga presiden-presiden AS sebelumnya. Dan sama sekali tidak mengeluarkan pernyataan apapun melihat tragedi kemanusiaan di Jalur Gaza. Melihat fakta yang terang benderang ini, bisakah Obama diandalkan menjadi pemimpin AS yang membawa perubahan bagi perdamaian dunia, terutama dunia Islam? (eramuslim.com, 23/01/09)

Kategori:Politik

Kepolisian Los Angeles Rekrut Seorang Da’i

30 Juni 2009 1 komentar

assadSyaikh Qazi Asad, seorang imigran kelahiran Pakistan dipercaya untuk menjadi da’i di Kepolisian Los Angeles (LAPD). Syaikh Asad diharapkan bisa memberikan informasi tentang Islam dan komunitas Muslim di Los Angeles pada jajarat aparat kepolisian LAPD.

Pihak LAPD mengklaim, inilah kali pertama LAPD merekrut seorang da’i. Menurut Letnan Mark Stainbrook yang membidangi pemantauan komunitas masyarakat di departemen anti-teror dan biro intelejen kriminal mengatakan, banyak petugas polisi LAPD yang tidak tahu tentang Islam dan komunitas Muslim yang ada di Los Angeles.

“Syaikh Asad akan menjadi orang yang akan mendidik mereka tentang Islam dan komunitas Muslim,” kata Stainbrook.

Para pimpinan di LAPD juga berharap Asad bisa memulihkan citra LAPD yang belakangan menuai banyak kritik terkait rencana LAPD membuat peta khusus tentang kota-kota yang banyak populasi muslimnya. Rencana itu digulirkan tahun 2007, tapi dikecam keras oleh komunitas Muslim yang menganggap rencana itu sebagai bentuk tekanan terhadap warga Muslim. Setelah aksi protes yang berlangsung sampai satu minggu, LAPD membatalkan rencana tersebut.

Los Angeles adalah kota kedua di AS, setelah New York yang paling banyak komunitas Muslimnya. Sedikitnya ada 500.000 Muslim yang tinggal di Los Angeles.

Para pemuka Muslim di kota itu menyambut positif penunjukkan Asad sebagai da’i di LAPD. Direktur Eksekutif Council on American-Islamic Relations (CAIR) wilayah California Selatan, Hussam Ayloush menilai Syaikh Assad memiliki pengetahun dan ketrampilan untuk mempersatukan semua lapisan masyarakat.

Selama ini, Syaikh Asad dikenal sebagai tokoh Muslim yang bisa menjembatani komunitas Muslim dan pihak kepolisian. Ia sekarang mengepalai organisasi Muslim Interfaith Clergy Council of America yang berafiliasi dengan Departemen Sherrif di kepolisian AS.

Siapa Syaikh Qazi Asad?

Asad sudah tinggal di AS selama 23 tahun. Pertama kali tiba di AS, ia tidak punya apa-apa dan bahasa inggrisnya pun tidak lancar. Dia belajar bahasa inggris dengan cara menonton berita berbahasa inggris di televisi dan ikur kursus bahas inggris.

Asad sempat bekerja beberapa tahun di bidang asuransi, sebelum menjadi seorang da’i. Ia aktif memberikan pemahaman bagi komunitas Muslim dan non-Muslim pasca serangan 11 September 2001. Asad diajak Sheriff Barca untuk memberikan keterangan pers pasca tragedi itu, untuk menunjukkan solidaritas para pejabat dan tokoh-tokoh masyarakat pada kelompok minoritas yang menjadi target kecurigaan setelah peristiwa Black September di AS.

Sejak itu, Syaikh Asad diminta bergabung dengan Dewan Eksekutif Keagamaan Sheriff. Ia mengajak belasan Muslim lainnya untuk bergabung ke Dewan itu dengan tujuan membangun rasa saling percaya antara komunitas Muslim dan komunitas lainnya di AS.

“Kita harus membangun komunikasi yang baik, kedua belah pihak harus saling berbicara,” ujar Syaikh Asad.

Asad, 47, menyatakan akan mengenakan pakaian tradisional Muslim Pakistan saat bertugas di LAPD. “Para polisi disana mungkin akan terheran-heran melihatnya, saya akan memberikan kesempatan mereka untuk beradaptasi,” tukas Asad.

Asad diharapkan benar-benar menjadi “jembatan” untuk meluruskan pandangan-pandangan yang salah masyarakat Barat tentang Islam dan Muslim, termasuk pada aparat keamanan dan kepolisian di AS dan bukan dijadikan sebagai “mata-mata” kepolisian LAPD untuk mengintai kehidupan komunitas Muslim di kota itu. (eramuslim.com, 30/06/09)

Kategori:Pendidikan, Politik

Benarkah Michael Jackson Seorang Muslim?

1michaeljacksondubaiaugust2005okehMeninggalnya Michael Jackson meninggalkan begitu banyak hal. Entah dengan maksud dan tujuan apa atau sekadar merasa harus berbela sungkawa, banyak orang yang selalu mengait-ngaitkan Jackson dengan Islam, bahwa Jackson sudah menjadi seorang Muslim.

Tak diragukan lagi kalau Jacko—begitu panggilan akrab Michael Jackson—adalah seorang musisi yang mempunyai talenta. Ia menciptakan musik yang digemari banyak orang di seluruh dunia dan menghasilkan uang sedemikian banyak. Jacko menciptakan sebuah tarian yang sangat terkenal, yaitu moonwalk, dan berdiri miring seperti hendak jatuh, dan sulit ditiru oleh penari-penari lainnya. Popularitasnya membuat jutaan orang tergila-gila kepadanya, bahkan Jacko—seperti David Beckham di dunia sepak bola—tak ubahnya seperti nabi bagi para penggemarnya.

Salah satu yang terus bergulir sampai kini adalah, apakah Jacko benar-benar telah memluk Islam? Banyak berita yang melaporkannya seperti itu. Gulf News misalnya, melaporkan pada 21 November 2008 bahwa Jacko sudah memeluk Islam dan mengganti namanya menjadi Mikail.

Karena sentimennya sebagai seorang Muslim pula dunia Arab bahkan ramai memberikan penghormatan kepada Jacko. Di Bahrain, sebuah kerjaan berkabung. Pada tahun 2005, Jacko pernah tinggal di negara itu selama satu tahun ketika tengah menghadapi kasus tuntutan penganiayaan anak di AS. Sebagian rakyat Bahrain menganggap Jacko sudah menjadi warga negaranya. Di Mesir, sebagian orang sengaja cuti untuk pergi ke Alexandria bergabung dengan penggemar Jakco lainnya untuk berkabung. Di Kairo, sebuah klub jazz sekarang tengah kewalahan mengatur jadwal untuk malam penghargaan kepada Jacko. Di Lebanon, lebih dari 100 orang penggemarnya menyalakan lilin dan menyanyikan lagu-lagu Jacko di pusat kota.

Bahkan ketika tragedi berdarah Gaza pada Januari silam pun, pemandangan seperti ini langka ditemukan di negara-negara Arab.

Di Indonesia, bahkan dalam setiap acara infotainment ketika memaparkan perjalanan hidup Jacko, selalu juga dibahas dalam porsi besar bahwa Jacko telah memeluk Islam. Sebenarnya, kasak-kusuk Jacko masuk Islam sudah sering terdengar sejak tahun 2004. Setiap tahun, selalu saja ada yang memberitakan bahwa Jacko sudah masuk Islam lewat bimbingan kakaknya, Jermaine Jackson yang memang sudah nyata menjadi seorang Muslim.

Namun, tidak seperti selebriti dunia lainnya yang ketika masuk Islam telah jelas menunjukan ke-Islam-annya, tidak demikian dengan Jacko. Berita Jacko dengan aktivitas Islam amatlah minim, bahkan boleh dibilang hampir tidak ada. Pada sekitar 2006, sebuah lagu yang berjudul “Give Thanks To Allah” dirilis, suara vokalnya mirip sekali dengan suara Jakco. Semua orang (Islam, dan terutama orang Arab) mengklaim itu lagu nasyid yang diciptakan oleh Jacko, namun kenyataannya lagu itu milik Zain Bikha, seorang munsyid asal Afrika Selatan yang terkenal bahkan di dunia Arab sendiri.

Cat Stevens, penyanyi terkenal asal Inggris, ketika memeluk Islam masih tetap berkarya namun nuansa Islamnya sangat kental. Ia memberikan karya kepada kelompok nasyid Raihan dalam nasyid “God Is The Light” dan lagu-lagu lainnya yang ia ciptakan jelas menunjukan ia seorang Muslim tanpa diragukan lagi. Lagunya yang terkenal yang didaur ulang oleh grup rock Mr Big, “Wild World”, keuntungannya ia sumbangkan untuk perkembangan dakwah.

Nama Cat Stevens pun ia ganti dengan Yusuf Islam. Sedangkan Jacko diberitakan mengganti namanya menjadi Mikail, suatu nama yang walaupun berbau Islam, cukup mengernyitkan dahi, karena tak lazim dipakai oleh orang-orang Islam, bahkan hampir jarang sekali. Selain Yusuf Islam, masih banyak lagi selebriti dunia yang memeluk Islam dan tak ragu menampilkan jati dirinya sebagai seorang Muslim.

Pada tahun 2009, BBC dan MSNBC mewartakan bahwa Jacko sedianya akan melakukan tur musiknya lagi di London, dan para penggemarnya yang berjumlah ribuan sudah menantinya. Jangan pula dilupakan, istri kedua Jacko adalah seorang yahudi, bernama Debbie Rowe. Jadi apakah benar Jacko sudah menjadi seorang Muslim? Sayang sekali, tak ada catatan yang pasti mengenai hal itu. Sedangkan Jacko sudah berpulang, dan hanya Allah swt yang mengetahuinya. (eramuslim.com, 30/06/09)

Kategori:Remaja

Dua Anak Michael Jackson Berdarah Yahudi

jacko-1Kematian raja pop dunia Michael Jackson (MJ) berbuntut pada status tiga anak yang ditinggalkannya. Para pakar keluarga di AS kini sedang ramai memperdebatkan soal siapa yang lebih berhak mengasuh anak-anak MJ, Prince Michael I, 12 dan Paris Michael Katherine,11 yang dikabarkan dari hasil perkawinan MJ dengan Debbie Rowe, seorang perempuan Yahudi.

Sebagian pakar mengatakan setelah kematian Jacko, maka hak asuh kedua anak Jacko itu harus dikembali pada ibunya, dengan alasan seorang anak yang lahir dari ibu Yahudi, maka anak tersebut dianggap sebagai orang Yahudi.

Jacko bertemu Rowe, ketika Rowe masih bekerja sebagai perawat dokter ahli kulit Jacko. Keduanya menikah pada tahun 1996, ketika Rowe sedang hamil enam bulan. Perkawinan itu hanya bertahan selama 3 tahun karena pada tahun 1999 mereka bercerai.

Rowe dan Jacko sempat bertikai soal hak pengasuhan anak menyusul perceraian mereka. Rowe akhirnya menandatangani kontrak untuk melepaskan hak asuhnya. Tapi pada tahun 2006, Rowe kembali menggugat hak asuh atas kedua anaknya dengan alasan, Jacko bukan ayah biologis dari kedua anak tersebut dan Rowe mengaku khawatir kedua anaknya akan dibesarkan dengan ajaran Nation of Islam, sebuah organisasi Muslim yang dipimpin oleh Louis Farrakhan.

jacko-2Rowe mengatakan, kekhawatirannya didasarkan pada fakta bahwa Jacko mempercayakan keamanan dirinya pada ormas Nation of Islam dan saudara lelaki Jacko, Jermaine Jackson yang sudah menjadi seorang Muslim. Selain itu, kata Rowe, Jackson mempekerjakan seorang pengasuh anak asal Rwanda, anggota Nation of Islam, sebagai pengasuh ketiga anak Jackson. Anak ketiga Jackson bernama Prince Michael II yang dikabarkan hasil bayi tabung dari seorang perempuan yang dirahasikan jati dirinya. Pihak pengadilan ketika itu memenangkan gugatan Rowe, meski akhirnya penyelesaiannya kasus rebutan hak asuh ini dilakukan di luar proses pengadilan.

Sekarang, setelah raja musik pop itu tiada, pro kontra kembali muncul soal status hak asuh kedua anak Jacko. Profesor hukum dari UCLA, Grace Ganz Blumberg mengatakan Jacko “telah membeli” anaknya dari ibu kandungnya.

“Jackson ingin menjadi orang tua yang eksklusif dengan membayar Rowe agar menyerahkan hak asuh anaknya pada Jacko. Tapi anak-anak butuh sokongan. Setiap orang akan mati dan apa yang terjadi sekarang, Jacko telah menjadikan anak-anaknya tanpa orang tua,” kata Blumberg.

Otoritas hukum yang berwenang juga mengatakan bahwa Rowe bisa mendapatkan hak asuh anaknya kembali, meski Jacko misalnya, sudah membuat surat wasiat tentang hak asuh anak-anaknya. Sementara kuasa hukum Rowe, Iris Finsilver mengatakan, Rowe akan berupaya untuk mendapatkan kembali hak asuh anaknya setelah Jacko meninggal. Namun kuasa hukum Rowe tidak menjelaskan apakah niat Rowe itu ada hubungannya dengan kegundahan Rowe yang tidak mau anaknya berada di bawah pengasuhan Nation of Islam seperti gugatannya terdahulu, karena Rowe adalah seorang Yahudi. Pasalnya, Finsilver lah yang pertama kali memberikan konfirmasi bahwa Rowe adalah seorang Yahudi.

Tapi keyahudian Rowe mengusik Rabbi Shmuley Boteach, yang juga teman dekat Michael Jackson. Boteach justeru mengungkapkan keheranannya ketika pertama kali mendengar berita bahwa Rowe orang Yahudi.

“Luar biasa, Michael Jackson saja selama ini tidak pernah cerita ke saya bahwa Prince dan Paris adalah Yahudi, kecuali jika Jacko memang tidak tahu bahwa ibu mereka Yahudi,” ujar Boteach sinis.

“Bisa Jadi Jacko memang tidak tahu kalau Debbie Rowe Yahudi. Saya juga tidak tahu apakah Rowe menaati ajaran-ajaran Yahudi, yang menjadi bukti bagi dirinya bahwa ia seorang Yahudi. Tapi jika anak-anak itu memang Yahudi, maka mereka harus dididik dengan cara Yahudi,” tukas Boteach. (eramuslim.com, 29/06/09)

Kategori:Remaja