Beranda > 2009, Pendidikan, Politik > Semarak Suasana Ramadhan di Turki

Semarak Suasana Ramadhan di Turki

Hari ini adalah hari pertama bulan Ramadhan di Turki, negara-negara Balkan (Eropa Tenggara) dan Kaukasus. Keputusan tersebut sesuai ketetapan majlis ulama Turki dan negara-negara Eropa serta hisab falak.

Jum’at (21) hari ini adalah hari pertama bulan Ramadhan di Turki, negara-negara Balkan (Eropa Tenggara) dan Kaukasus. Keputusan tersebut sesuai ketetapan majlis ulama Turki dan negara-negara Eropa serta hisab falak.

Kepala Dewan Keagamaan Turki, Ali Bardacoglu, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan persiapan penuh untuk menyambut dan menghidupkan bulan suci Ramadhan di negerinya. Tema Ramadhan kali ini di Turki pun membawa slogan “at-Takaful” atau saling menyantuni.

Terkait hal ini, pimpinan pusat dewan kegamaan Turki telah mencetak ribuan famplet dan spanduk untuk menyemarakkan Ramadhan dengan slogan tersebut. Dewan keagamaan juga telah mengkoordinasi semua imam dan khatib di mesjid-mesjid Turki untuk ikut menyukseskan kampanye ibadah ini.

“Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern yang serba materialis ini, manusia sudah banyak yang melupakan nilai-nilai luhur seperti cinta, kasih sayang, saling memperhatikan, saling menolong, juga takaful. Pada bulan Ramadhan ini, kita ingin agar manusia diingatkan kembali kepada nilai-nilai tersebut,” jelas Bardacoglu.

Di Turki, ada beberapa kebiasaan unik yang menunjukan antusiasisme masyarakatnya dalama menyambut Ramadhan, semisal mengias rumah dan masjid, menghias dan merapikan kampung, menggelar buka bersama di tiap-tiap masjid, menggelar pengajian keagamaan setiap selepas shalat tarawih, dan lain sebagainnya.

Tak hanya dewan keagamaan dan kalangan masyarakat saja yang ternyata demikian antusias menyambut datangnya bulan suci Ramadhan di Turki. Kanal televisi paling populer di Turki, TRT, juga menayangkan suguhan-suguhan religius “dalam makna yang sebenarnya dan tidak diselewengkan”. Tak hanya itu, TRT juga secara khusus menyediakan program siaran Tafsir al-Qur’an dalam bahasa Kurdi, juga bahasa Zhazha yang banyak digunakan oleh penduduk di provinsi Toncali dan Pencul, di Turki Tenggara. (eramuslim.com, 21/08/09)

Kategori:2009, Pendidikan, Politik
  1. moeh rockin
    19 Juli 2012 pukul 4:08 PM

    di negara eropa emang beda ya ngejalanin ibadah Puasa….

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s