Beranda > KISAH TELADAN > Kisah Imam Sofyan As Tsauri Rah.A :

Kisah Imam Sofyan As Tsauri Rah.A :

Inilah Jawaban yang harus kita berikan ke orang-orang, dari mana datangnya makanan dan rizki ini ? dari Allah Swt. Inilah jawaban yang Allah ajarkan kepada Maryam AS ketika ditanya Nabi Zakaria AS. Inilah pelajaran yang Allah hendak berikan kepada kita terutama kaum wanita. Ini Maryam AS, yang lahir dari seorang wanita sholehah, yang benar menginginkan anaknya menjadi seorang sholeh. Walaupun yang lahir bukan seorang laki-laki,namun niatnya tetap diterima oleh Allah Swt. disini Allah mau menunjukkan bahwa bukan laki-laki saja yang bisa berkhidmat untuk agama, wanitapun juga bisa. Di mata Allah ini laki-laki dan wanita ini sama saja tergantung dari ketaqwaannya. Jadi jangan minta anak laki-laki atau perempuan, kita serahkan kepada Allah saja, Allah yang Maha Tahu mana yang terbaik untuk kita. Jadi doa dari seorang ibu yang sholeh ketika hamil walaupun yang lahir tidak sesuai harapan, maka kesholehan yang diminta tetap Allah berikan asbab fikir agamanya.
Maka didalam Al Quran diceritakan :

“Wal Baladu thoyibu yakhruju nabbaduhu bi dzili Robbi”

Artinya : “ Negara yang baik akan mengeluarkan tanaman-tanaman yang baik dengan izin Rabb Nya”
Ulama tafsirkan maksud dari ayat ini adalah bahwa wanita-wanita yang sholeh akan melahirkan anak-anak yang sholeh. Apabila kita melihat kehidupan ulama-ulama jaman dahulu, mungkin bapak-bapak merka bukan dari orang yang terkenal, bukan siapa-siapa, dan bukan juga ulama. Tapi hampi pasti semua ulama-ulama sholihin tersebut lahir dari wanita-wanita yang sholehah.

Kisah Imam Bukhori Rah.A :

Tatkala masih kecil imam bukhori ini buta. Maka ibunya yang sholehah ini, yang telah menyiapkan anaknya untuk agama, beliau tiap malam terus menangis berdoa mohon kesembuhan bagi anaknya. Sampaikan akhirnya ibunya ini Allah takdirkan mimpi bertemu Ibrahim AS, dan menyampaikan bahwa doa ibu imam bukhori ini sudah diterima Allah Swt, anaknya akan segera sembuh. Maka memang betul ke esokan harinya ini, Imam Bukhori sudah mampu melihat, bahkan Allah beri banyak kelebihan berupa daya ingat dalam menghafal. Sekali lihat saja bisa langsung ingat dan hafal sepanjang hidupnya. Sehingga setiap kali kita baca Hadits Imam Bukhori ini, maka pahalanya akan didapati oleh ibunya juga. Selama Kitab Hadits Imam Bukhori ini masih dibaca orang-orang maka pahalanya ini akanterus mengalir kepada ibunya imam bukhori. Sampai kapan ? sepanjang masa sampai dengan kiamat, selama masih di baca, maka ibunya akan terus kebagian mendapat kiriman pahala. Ibunya Imam Bukhori ini bukan orang terkenal, tidak ada yang tahu, akan tetapi ibunya terus mendapatkan pahala hingga hari ini sampai batas waktu yang Allah saja yang tahu kapan.

Waktu umur 8 tahun, ibunya mengirimnya ke pesantren. Dalam keadaan miskin dan janda ibunya tidak bisa memberinya biaya yang banyak atau bekal yang cukup. Maka setelah mengantarkannya, ibunya hanya bisa meninggalkannya di pesantren lalu langsung pulang. Beberapa tahun telah berlalu hingga 12 tahun kemudia, Sofyan As Tsauri pulang untuk menemui ibunya. 12 tahun tidak berjumpa untuk ibu dan anak merupakan kerinduan yang sangat laur biasa, perpisahan yang lama sekali bagi orang tua dan anaknya. Namun ketika Sofyan mengetuk rumah ibunya :

Ibunya bertanya : “Siapa itu diluar ?”
Sofyan As Tsauri : “Wahai ibu ini adalah aku sofyan, tolong bukakan pintunya, aku sudah rindu sekali ingin jumpa.”
Ibunya : “Aduhai apakah itu engkau Sofyan anakku.”
Sofyan As Tsauri : “Betul ibu ini adalah aku, Sofyan, anakmu, lekas bukakan pintunya, aku sudah rindu ingin bertemu dengan ibu.”
Lantas ibunya menjawab : “ Wahai Sofyan, kamu sudah 12 tahun belajar agama, kamu pasti sudah paham betul hukum-hukum agama. Kamu pasti sudah tahu betul bahwa sesuatu yang sudah di hibahkan tentunya tidak boleh ditarik kembali. Ketahuilah bahwa aku sudah hibahkan dirimu untuk agama, aku tidak akan tarik kembali. Jadi tidak usahlah kita berjumpa di dunia ini, pertemuan kita nanti Insya Allah di surga.”

12 tahun berpisah, ada kesempatan bertemu, itu juga di korbankan, sehingga asbab pengorbanan ini Allah angkat derajat Imam Sofyan As Tsauri Rah. A. Hingga pada hari ini namanya, Ilmunya, masih disebut-sebut dan digunakan. Itulah keberkahan dari seorang wanita sholehah yang bisa menjadi asbab kesholehan anaknya.

Kisah Lainnya :

Dikisahkan ada seorang anak kecil dikirim ibunya ke pesantren untuk belajar agama. Ibunya ini seorang janda miskin. asbab uang yang dikumpulkan dari usahanya, dia bisa mengirim anaknya belajar agama. Sebelum mengirimkan anak ini, dijahitkan kantong dibalik baju anaknya ini untuk menyimpan uangnya. Lalu dititipkanlah anak ini pada kafilah dagang untuk diantarkan ke pesantren tersebut. Ditengah perjalanan maka kafilah ini di hadang perampok, maka diambillah uang seluruh orang di kafilah tersebut. Sampai ke anak kecil :

Si perampok berkata : “Ah ini anak kecil pasti tidak punya apa-apa, bawa uang tidak kamu ?”
Si anak kecil berkata : “Kata siapa saya tidak bawa uang, saya punya uang banyak.”

Maka si anak kecil ini membukakan bajunya dan memperlihatkan uang emas banyak sekali dari balik bajunya yang dijahitkan ibunya. Melihat keadaan ini maka si perampok terkejut, melihat kejujurannya anak kecil ini, yang padahal mau diambil uangnya oleh si perampok.

Si perampok bertanya : “Kamu kan tahu kami perampok mau ambil uang kalian, kenapa kamu jujur sekali ?”
Si anak kecil ini bilang : “Saya di ajarkan oleh ibu saya dalam keadaan apapun tidak boleh berbohong.”

Si perampok tadi menangis, bertobat kepada Allah Swt, asbab jawaban anak kecil, yang di didik oleh ibunya tadi. Maka setelah sampai di pesantren dia belajar bertahun-tahun disana. Hingga suatu ketika guru besarnya di pesantren mengumumkan kepada para santrinya :

“Orang yang sholat subuh dengan saya besok, Insya Allah, Allah Swt akan ampunkan seluruh dosa-dosanya.”

Semua santri menyambut gembira kabar ini, namun gurunya memberi catatan :

“Tapi awas kabar ini jangan sampai disebarkan kepada orang kampung. Saya tidak mau itu, ini hanya untuk kalian saja para santri. Awas kalau ada yang membocorkan kabar ini.”

Maka si anak kecil yang sudah menjadi santri ini, mendengar pengumuman itu dia gelisah semalaman. Di benaknya berkecamuk pikiran :

“Ini kalau saya tidak beri tahu orang kampung, kasihan mereka yang banyak dosanya. Tapi kalau saya beri tahu, nanti saya bisa di marahi ustadz saya. Apa yang harus saya lakukan.”

Maka tengah malam dia buat keputusan untuk memberi tahu orang kampung mengenai kabar tersebut, biarlah dirinya dimarahi ustadnya, asal orang kampung ini dapat selamat dari adzabnya Allah Swt. Pergilah anak ini keliling kampung membanguni penghuni rumah satu per satu dan mengabarkan perihal pengumuman ustadznya tadi. Maka asbab informasi yang disebarkan si anak tadi, orang kampung berduyun-duyun datang ke mesjid untuk sholat dibelakang ustadznya si anak tadi. Setelah mengucapkan salam, si ustadz terkejut dibelakangnya sudah ramai orang kampung berkumpul untuk sholat dibelakangnya.
Setelah orang kampung pulang si ustadz tadi bilang kepada para
santrinya :

“Pasti tadi malam ada yang membocorkan informasi, siapa orangnya ?” ayo ngaku !”
Maka si anak ini mengaku, lalu di panggil oleh si ustadznya :
“Mengapa kamu berani membocorkan rahasia saya ? apakah kamu tahu kamu akan mendapatkan hukuman berat.”
Si anak tadi bilang : “Iya saya tahu bahwa pengumuman itu tidak boleh orang kampung tahu, jika saya beri tahu kepada orang kampung, pasti saya akan di marahi dan mendapatkan hukuman. Tapi yang akan mendapatkan hukuman itu sebenarnya orang kampung yang demikian banyaknya, dan yang memberi hukuman bukan manusia, tapi Allah Swt. Tidak apa-apa lah jika saya di hukum oleh ustadz, asal mereka selamat dari siksa Allah Swt. Silahkan saya dihukum, saya rela.”
Mendengar alasan ini si ustadz berkata dengan lantang :
“Insya Allah, kamulah nanti yang akan menjadi ulama besar.”

Ini adalah asbab didikan seorang ibu yang baik, mendapatkan pengajaran dari ustadz yang baik, maka akhirnya anak inipun menjadi ulama besar yang dikenal sebagai Syaikh Abdul Qadir Al Djaelani Rah.A. Inilah pentingnya kita didik anak kita dengan dengan agama semenjak kecil, diperkenalkan kepada Allah Swt dan Sunnah Rasullullah Saw.

Khalid Bin Walid merupakan seorang pejuang hebat. Pada saat menjelang meninggalnya, dia telah terbaring di rumah. Dan dia merasa sedih luar biasa, karena kematiannya yang terjadi di tempat tidur dan bukan di medan pertempuran. Di saat menjelang wafatnya, datang anak perempuannya yang masih kecil, lalu menangis. Kata Khalid, “Jangan bersedih, kita minta doakan supaya Allah SWT menjadikan bapak kamu termasuk dalam ahli surga.” Lalu anak perempuan kecilnya itu berkata,”Saya menangis bukan karena bapak saya akan menjadi ahli surga atau ahli neraka. Saya menangis karena nanti jika saya bermain-main dengan kawan-kawan lainnya, mereka akan mengatakan bahwa bapak kami meninggal syahid dijalan Allah, sedangkan bapak kamu meninggal dunia di atas tempat tidur di rumah.” Allahu Akbar inilah kepahaman seorang anak kecil di jaman Nabi Saw asbab didikan orang tuanya. Masih kecil sudah mengetahui nilai amal sebuah mati syahid !

Kategori:KISAH TELADAN
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s