Arsip

Archive for the ‘2010’ Category

Muballighah HTI Teken 6 Poin Kesepakatan

INILAH.COM, Jakarta – Muktamar Muballighah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) diakhiri penandatanganan Amanah Lil Muballighah oleh para muballighah perwakilan tiap daerah. Ada enam poin kesepakatan di dalamnya.

“Kesepakatan ini adalah bentuk komitmen peran vital para muballighah seluruh Indonesia,” kata juru bicara muslimah HTI Febrianti Abassuni usai acara Muktamar Muballighah Indonesia di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (21/4).

Enam poin inti kesepakatan itu antara lain, pertama, kesadaran sesungguhnya saat ini umat Islam seluruh dunia dan Indonesia khususnya tengah menghadapi berbagai persoalan baik ekonomi, politik, sosial-budaya. Seluruh persoalan tersebut menjadikan umat Islam tidak lagi mampu menunjukkan dirinya sebagai umat yang unggul, dan nyata-nyata telah menghancurkan keluarga sebagai benteng pertahanan terakhir umat.

Kedua, memahami bahwa pangkal persoalan ini adalah tidak diterapkannya sistem Islam. Bahwa sekularisme terlah terbukti nyata menghancurkan keluarga dan bangsa serta generasi penerus. Oleh sebab itu, menerapkan syari’ah Islam Kaaffah dalam bingkai negara Khilafah Islam adalah solusi mutlak.

“Ini adalah kewajiban yang agung dan berjuang untuk menegakkannya kembali adalah kewajiban setiap muslim. Dengan tegaknya khilafah yang dipimpin seorang khalifah, kehidupan umat akan terlindungi dari berbagai serangan dan gangguan,” papar Febrianti.

Ketiga, para muballighah akan berupaya sungguh-sungguh mengoptimalkan potensi dan kedudukan yang dimiliki sebagai pembina umat khususnya muslimah dalam rangka penegakkan khilafah. Keempat adalah, meneguhkan visi-misi pembinaan muballighah yakni “Menjadi perempuan unggul sebagai ummum wa robbatul bait (ibu dan pengatur rumah tangga) yang melahirkan generasi cerdas taqwa pejuang syariah dan khilafah serta sebagai mitra laki-laki dalam membangun masyarakat Islam.”

Semenatar misi muballighah adalah: a. Mengokohkan ketahanan dan kesakinahan keluarga Muslim, b. Melahirkan generasi berkualitas pejuang, c. Membangun muslimah berkarakter kuat dalam rangka amar ma’ruf nahi munkar, d. Membina perempuan sebagai mitra laki-laki dalam rumah tangga dan perjuangan di masyarakat.

Kelima, perjuangan penegakan syari’ah dan khilafah adalah mutlak. Keenam, para muballighah mendukung penuh upaya yang dilakukan oleh Hizbut Tahrir Indonesia termasuk Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia yang senantiasa seungguh-sungguh berjuang dalam menegakkan khilafah. [ikl/mut] Vina Nurul Iklima

Sumber: www.inilah.com

Kategori:2010

Foto Muktamar Muballighah Indonesia

Foto-foto Muktamar Muballighah Indonesia, di Istora Senayan Jakarta, 21 April 2010 yang diikuti 6500 peserta.

Peserta MMI memenuhi Istora Senayan

Ustadzah Maryam Brack dari Australia

Para Ustadzah dan perwakilan Muballighoh

Ustadzah Dewi Purnawati (Muallaf)

Ustadzah Emi Khaerani

Ustadzah Iffah Rohmah (DPP)

Sumber: hizbut-tahrir.or.id

Kategori:2010

Pemerintah Cabut Larangan Impor Babi

15 Februari 2010 Tinggalkan komentar

Jakarta – Pemerintah mencabut larangan impor hewan babi dan produk turunannya yang diberlakukan sejak Mei 2009 mengusul merebaknya virus H1N1 yang dikenal dengan penyakit flu Babi pada 2009.

Dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 05/M-DAG/PER/2/2010 tentang pencabutan larangan impor babi dan produk turunannya yang diperoleh ANTARA News, Sabtu, disebutkan keputusan tersebut merupakan hasil rapat koordinasi terbatas bidang kesejahteraan rakyat pada 29 Juni 2009 mengingat tidak ditemukan penyakit yang terjangkit dari babi ke manusia.

Pertimbangan lain mencabut larangan impor babi adalah hasil kajian risiko dan rekomendasi Badan Kesehatan Hewan Dunia (World Organization for Animal Health/WOAH/OIE) 11 Juni 2009 yang menyatakan bahwa daging babi yang ditangani secara higienis sebagaimana direkomendasikan Food and Agriculture Organization (FAO), Office International des Epizooties (OIE), World Health Organization (WHO) dan Codex Alimentarius Commission (CAC), tidak menjadi sumber infeksi dari virus influenza (A/H1N1). (ANTARA, 13/2/2010)

Kategori:2010

3 Tewas, Korban Penembakan di Kampus Alabama

15 Februari 2010 Tinggalkan komentar

Seorang wanita melepaskan tembakan saat pertemuan fakultas biologi di kampus Universitas Alabama’s Huntsville Jumat waktu setempat, sehingga menewaskan tiga anggota fakultas dan melukai dua lainnya dan seorang anggota staf.

Saat ini, pelaku sudah ditahan. Namun, Ray Garner, jurubicara universitas mengatakan dirinya tidak bisa mengidentifikasi perempuan tersebut atau para korban. Tetapi, stasiun televisi lokal melaporkan bahwa pelaku adalah anggota staf pengajar dan tidak ada siswa yang terlibat dalam penembakan.

Burr Ingram, juru bicara Rumah Sakit Huntsville menuturkan, dua orang yang cedera berada dalam kondisi kritis dan seorang lagi dalam kondisi stabil.

Salah seorang saksi, Sophomore Erin Johnson mengatakan kepada The Huntsville Times, ia mendengar teriakan yang datang dari senbuah ruangan saat pertemuan di fakultas biologi sedang berlangsung.

Sementara itu, peristiwa naas tersebut diketahui terjadi di Shelby Center, sebuah bangunan khusus penelitian di universitas. Saat ini, polisi sudah mengamankan dan melakukan penyidikan di dalam gedung tersebut.

Kampus Huntsville sendiri memiliki sekitar 7.500 mahasiswa di Alabama utara, tidak jauh dari perbatasan Tennessee.

Sementara itu, pihak universitas dalam pesan singkat di situsnya Jumat sore mengatakan kegiatan belajar mengajar di kampus ditutup Jumat malam dan semua siswa diminta pulang ke rumah.

Menurut Garner dalam konferensi pers, kampus sengaja ditutup sementara agar polisi bisa mengumpulkan bukti.

Dia juga mengatakan bahwa penembakan itu tidak berbeda jauh seperti yang terjadi seminggu lalu, di mana seorang mahasiswa (14 tahun) ditembak mati di sebuah lorong sekolah yang diduga dilakukan seorang mahasiswa. (vivanews.com, 13/2/2010)

Kategori:2010

Media Yang Diakses Anak Banyak Mengandung Pornografi

15 Februari 2010 Tinggalkan komentar

Kudus – Pakar psikologi anak Elly Risman mengungkapkan, media elektronik dan media cetak yang sering diakses anak dan remaja banyak yang mengandung unsur pornografi.

“Media tersebut, di antaranya game, Internet, telepon selular, televisi, VCD, komik, dan majalah,” kata Elly Risman yang juga Ketua Yayasan Kita dan Buah Hati, ketika menjadi pembicara pada seminar “Mendidik Anak di Era Digital”, di Kudus, Jawa Tengah, Sabtu.

Ia mengatakan, sejumlah game yang beredar di pasaran dan menjadi pilihan utama anak, sebagian besar mengandur unsur pornografi.

“Padahal, selama ini orang tua tak pernah mengetahui dan peduli dengan jenis permainan yang dimainkan anak mereka,” katanya.

Selain persoalan pornografi, katanya, kecanduan game juga berdampak negatif bagi prestasi akademiknya dan mengikis lutein pada retina mata.

“Kami mengakui ada dampak positifnya, seperti meningkatkan koordinasi sensor motorik dan kecepatan berfikir,” katanya.Berdasarkan hasil pemantauan, katanya, sinetron, komik, dan majalah yang beredar di pasaran juga banyak yang mengandung unsur pornografi.

Bahkan, kata dia, hasil survei Komnas Anak terhadap sekitar 4.500 remaja di 12 kota besar di Indonesia pada tahun 2007, sebanyak 97 persen pernah menonton sesuatu yang berbau pornografi.

Untuk itu, kata dia, orang tua perlu memantau aktivitas, pergaulan, dan perkembangan anaknya agar terhindar dari pornografi.

Elly mengatakan pornografi dapat merusak lima bagian otak, dibandingkan dengan danpak pemakaian kokain yang  merusak tiga bagian otak manusia. “Orang tua harus mengenali ciri-ciri anak yang kecanduan pornografi,” katanya.

Ciri-ciri anak kecanduan pornografi, yakni mudah kehausan, sering buang air kecil, sering berkhayal, sulit konsentrasi, sering bermain play station dan internet dalam waktu yang lama, dan prestasi akademik menurun.

Alasan anak menjadi sasaran penyebaran pornografi, katanya, karena menjadi pasar masa depan, mental model pornografi, perpustakaan porno pada anak yang bisa diakses kapan saja dan dimana saja.

“Pembuat pornografi juga menginginkan sasarannya mengalami kerusakan otak permanen,” katanya.Banyaknya kalangan anak remaja yang kecanduan pornografi, disebabkan karena sejumlah faktor.

Salah satunya, karena orang tua tidak memiliki waktu yang cukup untuk anak, kurang tanggap dan gagap teknologi, serta pendidikan agama dan pengontrolannya masih kurang.

Untuk menghindarkan anak remaja kecanduan pornografi, dia menganjurkan, kepada orang tua untuk menghadirkan Allah SWT dalam dirinya.

“Anak juga harus dibantu untuk berfiikir kritis, memilih, dan mengambil keputusan,” katanya. (ANTARA, 13/2/2010)

Kategori:2010

Obama Mengobarkan Perang Terhadap Negeri-Negeri Muslim

8 Januari 2010 1 komentar

Perang Presiden AS, Barack Obama terhadap Afghanistan telah menyebar jauh: Pakistan, Yaman, Somalia, dan ke dalam sub-Sahara Afrika. Wilayah-wilayah perang yang kini sedang dilancarkan itu memiliki beberapa fitur yang sama: mereka adalah Muslim, miskin, dan sebagian besar wilayah rumah mereka menjadi liar dan tidak ramah, dengan sedikit infrastruktur modern.

Dan pasukan Barat berada pada posisi yang kurang menguntungkan terhadap suku pejuang, yang cenderung menjadi armada dengan bersenjata ringan dan dapat dibedakan dari warga sipil.

Banyak ahli percaya bahwa provokasi Barat ke negara-negara Muslim justru akan mengobarkan sentimen anti-Amerika. Pertanyaannya tentu saja tidak akan dijawab dengan kekuatan militer. Dalam perang semacam ini, ada dua arus mobilisasi yang kuat, yang menarik manusia ke dalam militansi. Baca selanjutnya…

Kategori:2010

Israel Latih Anjing Untuk Menyerang Orang Yang Bertakbir

8 Januari 2010 2 komentar

Skandal rasisme baru Israel. Anggota parlemen berkebangsaan Arab di Knesset, Ahmed Tibi membongkat tentang aktivitas tentara Israel yang melatih anjing untuk menyerang orang Palestina dengan segera ketika mereka berkata “Allahu Akbar”, karena takut mereka mempersiapkan diri dengan kalimat takbir itu untuk melakukan serangan terhadap orang-orang Israel.

Jaringan berita Amerika CNN pada hari Selasa (5/1) mengutip dari Tibi yang mengatakan di depan Knesset bahwa ketika upacara wisuda sekumpulan anjing polisi baru-baru ini di Israel, para penonton terkejut oleh anjing yang tiba-tiba menyerang orang yang berteriak “Allahu Akbar”.

Ia menambahkan, “Militer Israel telah melatih anjing untuk menyerang warga Palestina secara otomatis ketika mereka berteriak “Allahu Akbar”. Jadi saya akan berkata kepada kalian “Allahu Akbar”, dan saya yakin jika anjing itu ada di sini, pasti ia akan menyerang aku.”

Tibi, Ketua Organisasi Persatuan Arab untuk Perubahan mengatakan bahwa ia telah mengajukan interpelasi kepada Menteri Keamanan Israel, di mana ia bertanya, “Apakah benar bahwa tentara Anda melatih unit anjing yang secara khusus dilatih untuk menerkam dan menyerang siapapun orang Arab yang berteriak “Allahu Akbar?  Bagaimana Anda melatih anjing Anda menentukan bangsa Arab? Apa sebenarnya yang membuat Anda begitu ketakutan terhadap terminologi agama dan iman Allahu Akbar.”

Tibi mengakhiri interpelasinya dengan berkata: “Apa yang sudah Anda latih terhadap anjing Anda untuk dilakukan ketika anjig Anda melewati sebuah masjid atau kaum Muslim yang sedang shalat, dan mereka berkali-kali berkata Allahu Akbar?”

Dalam konteks yang sama, surat kabar Israel “Ha’aretz” mengatakan bahwa Carmela Menashe, seorang wartawawati yang bekerja di Radio Tentara Israel telah melaporkan informasi serupa dengan rinci apa yang disampaikan Tibi dalam laporan sebelumnya. (mediaumat.com, 06 Januari 2010)

Kategori:2010