Arsip

Archive for the ‘IBRAH/HIKMAH’ Category

Olimpiade Istimewa

27 November 2009 Tinggalkan komentar

Beberapa tahun yang lalu, diadakan sebuah olimpiade khusus untuk orang-orang cacat di Seattle, Amerika Serikat. Saat itu diadakan pertandingan lari jarak pendek 100 meter. Sembilan pelari telah bersiap-siap ditempat start masing-masing.

Ketika pistol tanda pertandingan dinyalakan, mereka semua berlari sekuat tenaga meski tidak tepat berada di garis lintasannya masing-masing, namun semua berlari dengan wajah gembira menuju garis finish dan berusaha untuk memenangkan pertandingan. Kecuali seorang pelari. Seorang anak laki-laki yang tersandung dan jatuh berguling beberapa kali. Dan ia lalu menangis.
Delapan orang pelari yang lain mendengar tangisan anak itu, lalu mereka memperlambat lari merka dan menoleh kebelakang. Mereka semua berbalik dan malah berlarian menuju anak lelaki yang terjatuh ditanah itu.
Semuanya, tanpa terkecuali.

Seorang gadis yang menyandang cacat keterbelakangan mental menunduk, memberikan sebuah ciuman kepadanya dan berkata, “Semoga ini membuatmu merasa lebih baik.” Kemudian kesembilan pelari itu bergandenga tangan, berjalan bersama menyelesaikan pertandingan menuju garis finish.

Seluruh penonton yang ada di stadion berdiri, memberikan salut selama beberapa lama. Mereka yang berada disana saat itu masih saja tak bosan-bosannya memberikan salut tepuk tangan atas kejadian itu.

Tahukah anda mengapa? Karena didalam diri kita masing-masing tahu, bahwa didalam hidup ini tak ada yang lebih berharga daripada kemenangan bagi kita semua, untuk kita bersama. Terkadang kita mesti mengalah untuk kepentingan yang lebih besar, demi kita semua.

Kategori:IBRAH/HIKMAH

PUTUS ASA

27 November 2009 Tinggalkan komentar

Pada suatu ketika, iblis mengiklankan bahwa ia akan mengobral perkakas-perkakas kerjanya. Pada hari H, seluruh perkakasnya dipajang untuk dilihat oleh para calon pembeli, lengkap dengan harga jualnya. Seperti kalau kita masuk ke toko hardware, barang-barang yang dijual sungguh-sungguh menarik, dan semua barang kelihatan berguna sesuai dengan fungsinya masing-masing. Harganya pun tidak mahal.

Barang-barang yang dijual antara lain: dengki, iri, tidak jujur, tidak menghargai orang lain, malas, tak tahu terimakasih, dendam, dan lain sebagainya. Di suatu pojok display, ada satu perkakas yang bentuknya sederhana, sudah agak aus, tetapi harganya paling tinggi diantara yang lain.
Salah seorang calon pembeli bertanya, “Ini alat apa namanya?”. Iblis pun menjawab, “Oh, itu namanya putus asa”. “Kenapa harganya mahal sekali, kan sudah aus…?”. “Ya, karena perkakas ini sangat mudah dipakai dan berdaya guna tinggi. Saya bisa dengan mudah masuk kedalam hati manusia dengan alat ini dibanding yang lain. Begitu saya berhasil masuk, saya dengan sangat mudah melakukan apa saja yang saya inginkan terhadap manusia terebut. Tahukah anda kenapa barang ini menjadi aus?, Itu karena saya sering menggunakannya kepada hampir semua orang, karena kebanyakan manusia tidak tahu kalau Putus Asa itu sebenarnya milik saya”.

Sumber: galerirohis-smatamhar2.blogspot.com

Kategori:IBRAH/HIKMAH

Jangan panggil aq KODOK!!

27 November 2009 1 komentar

“Ibarat panci dalam tempurung” atau istilah “hanya kodok yang terus menerus asyik berkubang dalam panci walaupun panci itu berisi air mendidih yang panas…”.

” kenapa harus menjadi kodok?? lho, kita kan manusia kok dikatain kodok?. benar, protes aja, DEH coz kita kan manusia??. Tapi tw g sech, terkadang perilaku kita mencerminkan watak makhluk lain (sebagian atau menyeluruh, may be!!) baik sadar ataupun g, y kan??.y asal tw aja, yang paling ringan sindirannya mungkin “katak”.(he,he..).

istilah ini cocok bagi siapa saja yang “stagnan” , berdiam diri atau cuek dengan keadaan “bumi” sekarang. Bukan sok sempurna, namun bagaimana kita saling mengingatkan bahwa kita memang bukan “kodok” yang hanya terus menerus merasa adem ayem dengan kehidupan yang semakin lama semakin “bobrok” (GUBRAAAAKK…).

yah….seneng2 aja bagi yang senang dengan jaman modern seperti sekarang ini, berbahagialah!!! SELAMAT BERBAHAGIA aq ucapkan!! Tapi tahu tidak, zaman moderen ini dibungkus dengan zaman jahiliyyah episode baru yang yang lebih kelam banyak kebobrokan yang terjadi. Kl ZAMAN jahiliyyah dulu membunuh bayi perempuan yang telah lahir nah kalo sekarang MEMBUNUH bayi mungil yang baru akan LAHIR. Dulu, memakan DAGING saudaranya sendiri sekarang sama..memakan DAGING juga tapi dibungkus dengan GHIBAH, dulu pakeannya emang keliatan pusar dll sekarang sama buanget..bedanya sekarang “banjir” berbagai merek terkenal (NUDZUBillah..). dulu, PEDANG itu lebih TAJAM nah sekarang??LIDAH itu lebih SANGAT tajam (nyambung g sech??). Whatever, itu hanya contoh kecil, belom yang lain2 lho..yah, sekali lg bagi yang bangga dengan zaman modern ataupun yang adem ayam upz ayem,SELAMAT MENIKMATI!!

Kalo’ mendengar kata “REVOLUSI” apa yang terpikir di kepala? KEKERASAN kah? KEJAHATAN kah?? Atau mungkin PEMBERONTAKan kah?? MUNGKINkah?? atau mungkin..M.U.S.T.A.H.I.L!!!
Up to u, tp tau kah kl kita semua sedang melakukannya namun terkadang sebagian tidak mengetahui keberlangsungannya. Sama seperti diri yang dulu masih ingusan yang mungkin masih nge”dot” cucu sebotol tanpa terasa menjadi seTUA sekarang (wew!). adakah yang mengatakan kalo revolusi itu tidak akan pernah terjadi??

Sumber: buletin-onr.blogspot.com

Kategori:IBRAH/HIKMAH

Dari Ateisme Menuju Islam… Kisah Seorang Penjaga Penjara Guantanamo

12 Oktober 2009 1 komentar

Friday, 09 October 2009

ImageMediaUmat- Terry Holdbrox tidak mengetahui bahwa waktu yang ia habiskan di sana sebagai sipir penjara bagi “orang-orang terburuk di dunia” justru hal itu menjadi titik balik perubahan dalam hidupnya, yang kemudian membawanya dari kegelapan ateisme menuju cahaya Islam.

Holdbrox (salah satu sipir penjara Guantanamo), yang menyatakan masuk Islam baru-baru ini mengatakan dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Inggris “The Guardian” yang diterbitkan pada hari Rabu 7/10/2009, tentang pengalaman yang mengubah hidupnya ini. Dia mengatakan: “Kami tidak mengerti sama sekali tentang Islam …. Sedang yang kami ketahui tentang Islam adalah gambaran mengenai serangan 11 September. Sebab selama ini para pemimpin kami senantiasa menjejali telinga kami bahwa para tahanan Guantanamo adalah orang-orang terburuk di muka bumi ini…. Mereka bekerja di bawah komando Osama bin Laden. Dan mereka akan membunuh Anda pada kesempatan pertama di mana mereka bertemu Anda.” Baca selanjutnya…

Kategori:IBRAH/HIKMAH

Berjemur Di Padang Mahsyar

1 September 2009 Tinggalkan komentar

oleh Ali Alfarisi

Selasa, 01/09/2009, eramuslim.com

“panas hari ini belum ada apa apanya, padang mahsyar jauh lebih panas, saya hanya sedang  melatih diri menghadapi hari hisab itu”.

Musim panas tahun ini semakin terasa menyengat, matahari seolah sudah turun beberapa centi dan memanggang tubuh-tubuh kerdil di negeri gulf ini. Suhu udara 50 derajat bahkan kadang lebih sudah cukup membuat orang malas keluar rumah, apalagi ditambah humidity di atas 70%, membuat orang-orang semakin betah saja berlama lama di dalam ruangan ber-AC. Karena kalau keluar ruangan, meski tidak melakukan pekerjaan fisik yang berat, tubuh bagai meleleh dengan keringat langsung membasahi sampai ke ujung kaki.

Tapi tidak demikian dengan salah seorang rekan kerja saya, namanya Sterne Rydell. European berpasport Sweden ini senantiasa menghabiskan waktu liburnya dengan berjemur di pantai. Jadwal kerja kami yang empat hari kerja dan empat hari libur, semakin memanjakan dia dan keluarganya untuk berpuas diri bermain di pantai yang sepi, berenang di air laut yang panas dan tiduran di atas pasir pantai yang panas di tengah terik matahari summer pula. Padahal baru minggu kemaren dia kembali bekerja setelah cuti vacation ke negaranya selama hampir dua bulan. Meski di negaranya juga sedang summer, tapi suhu tertinggi disana hanya sampai 20 derajat yang buat orang Indonesia seperti saya sudah sangat dingin, tapi bagi dia dan warga Europe lainnya belum ada apa apanya karena saat winter, suhu udara mencapai -15 derajat. Tak heran ketika kembali ke negeri gulf ini seakan melanjutkan liburan bagi dia dan keluarganya. Baca selanjutnya…

Kategori:IBRAH/HIKMAH

Menangis Karena Takut pada Allah

29 Agustus 2009 Tinggalkan komentar

oleh M. Arif As-Salman

eramuslim.com, Jumat, 28/08/2009

Malam itu -Kamis, 27 Agustus 2009- mesjid al-Majid yang terletak di belakang kantor Konsuler KBRI Kairo masih terlihat sepi. Baru shaf pertama yang telah dipenuhi orang-orang. Mereka nampak asyik membaca al-Qur`an. Sebagian mereka tengah khusyuk dalam shalat. Alhamdulillah, masih ada tempat duduk yang kosong di pojok kiri shaf pertama. Segera saya menuju tempat itu.

Seorang pemuda Mesir, Ahsan-nama samaran- tengah larut dalam lantunan ayat-ayat Allah. Ia terlihat begitu khusyuk. Saya awalnya ingin menyapanya, tapi niat itu saya tahan, saya tidak ingin mengganggunya.

Usai shalat sunnah tahiyyatul masjid, sayapun membuka mushaf, melanjutkan bacaan al-Qur`an saya. Begitu nikmatnya terasa di rumah Allah, ketika ayat-ayat-Nya dibaca, ketenangan menyapa jiwa. Baca selanjutnya…

Kategori:IBRAH/HIKMAH

RENUNGAN BERSAMA…………

27 Agustus 2009 Tinggalkan komentar

By: Ummu Azkia Fachrina Hanifa

Pagi itu, walaupun langit telah mulai menguning, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap. Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbatas memberikan khutbah, “Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Ku wariskan dua perkara pada kalian, Al-Qur’an dan sunnahku. Barang siapa mencintai sunnahku, bererti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan masuk syurga bersama-sama aku.” Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang tenang dan penuh minat menatap sahabatnya satu persatu.

Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar adanya naik turun menahan nafas dan tangisnya. Usman menghela nafas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba. “Rasulullah akan meninggalkan kita semua,” keluh hati semua sahabat kala itu. Manusia tercinta itu, hampir selesai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan cergas menangkap Rasulullah yang berkeadaan lemah dan goyah ketika turun dari mimbar. Disaat itu, kalau mampu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu. Baca selanjutnya…

Kategori:IBRAH/HIKMAH