Arsip

Archive for the ‘KISAH TELADAN’ Category

kisah Isteri sahabat RA

15 Februari 2010 Tinggalkan komentar

Ada seorang Isteri sahabat RA yang suatu hari telah meminta cerai dari suaminya. Padahal selama ini mereka adalah keluarga bahagia. Tapi secara tiba-tiba si isteri telah meminta cerai. Suaminya menjadi terperanjat. Kata suaminya, “Baiklah mari kita pergi jumpa dengan Rasulullah SAW agar beliau dapat memberi keputusan di antara kita.” Lalu mereka keluar di waktu malam untuk berjumpa Rasulullah SAW. Karena malam, suaminya telah terjatuh ke dalam lubang dan kakinya terkilir. Maka isterinya membawanya kembali ke rumah. Ketika itu isterinya berkata bahwa perceraian tidak usah dilakukan. Suaminya lebih terperanjat lagi dan menanyakan alasannya kepada istrinya. Kata si isteri, “Semenjak kita kawin, abang tidak pernah sakit, saya tidak pernah sakit, dan anak-anak tak pernah sakit. Maka rumah yang tidak pernah datang sakit adalah rumah yang terjauh dari rahmat Allah SWT.”

Seorang sahabat kembali ke rumah. Di dapatinya tempat masak roti menyala. Padahal dia tahu bahwa di rumahnya tak ada apa-apa termasuk makanan untuk dimasak atau dimakan. Maka ia bertanya kepada isterinya,”Apa yang kamu masak?” Si isteri menjawab, “Saya hanya sekedar menyalakan api. Sehingga nanti kalau ada tetangga yang datang berkunjung, mereka akan mengetahui bahwa di rumah kita ada makanan. Dan saya tidak ingin mereka mengetahui keadaan kita yang sebenarnya.” Lalu suaminya mematikan api itu. Ketika dia buka tungkunya dia terperanjat, karena di dapatinya dalam tempat masak itu ada tersedia banyak roti bakar dan daging bakar. Si istri sengaja pura-pura menyalakan tungku masak agar tidak dikasihanin oleh mahluk, sehingga Allahlah yang memberikan balasan langsung asbab dia menjaga keyakinannya. Allahu Akbar!

Kisah-kisah seperti ini dalam kehidupan sahabat asbab kepahaman mereka terhadap agama.

Sebagai Murobbiyah ( Mendidik Anak )

Mentarbiyah anak ini Allah Swt berikan contoh dalam Al Quran ini bukan semenjak lahir tapi semenjak hamil :

“Idzkolati miroaata imrona” : Tatkala ketika istri Imron, Hannah, berkata, “Robbi inni nadzartu laa kama fi baghni”, “Ya Rabb sesungguhnya aku nadzarkan bayi yang aku kandung ini.” “Muharroron”, “Aku bebaskan untuk agama saja” “Fattaqobbal minni” “Maka ya Allah terimalah dariku” Baca selanjutnya…

Iklan
Kategori:KISAH TELADAN

Kisah Imam Sofyan As Tsauri Rah.A :

15 Februari 2010 Tinggalkan komentar

Inilah Jawaban yang harus kita berikan ke orang-orang, dari mana datangnya makanan dan rizki ini ? dari Allah Swt. Inilah jawaban yang Allah ajarkan kepada Maryam AS ketika ditanya Nabi Zakaria AS. Inilah pelajaran yang Allah hendak berikan kepada kita terutama kaum wanita. Ini Maryam AS, yang lahir dari seorang wanita sholehah, yang benar menginginkan anaknya menjadi seorang sholeh. Walaupun yang lahir bukan seorang laki-laki,namun niatnya tetap diterima oleh Allah Swt. disini Allah mau menunjukkan bahwa bukan laki-laki saja yang bisa berkhidmat untuk agama, wanitapun juga bisa. Di mata Allah ini laki-laki dan wanita ini sama saja tergantung dari ketaqwaannya. Jadi jangan minta anak laki-laki atau perempuan, kita serahkan kepada Allah saja, Allah yang Maha Tahu mana yang terbaik untuk kita. Jadi doa dari seorang ibu yang sholeh ketika hamil walaupun yang lahir tidak sesuai harapan, maka kesholehan yang diminta tetap Allah berikan asbab fikir agamanya.
Maka didalam Al Quran diceritakan :

“Wal Baladu thoyibu yakhruju nabbaduhu bi dzili Robbi”

Artinya : “ Negara yang baik akan mengeluarkan tanaman-tanaman yang baik dengan izin Rabb Nya”
Ulama tafsirkan maksud dari ayat ini adalah bahwa wanita-wanita yang sholeh akan melahirkan anak-anak yang sholeh. Apabila kita melihat kehidupan ulama-ulama jaman dahulu, mungkin bapak-bapak merka bukan dari orang yang terkenal, bukan siapa-siapa, dan bukan juga ulama. Tapi hampi pasti semua ulama-ulama sholihin tersebut lahir dari wanita-wanita yang sholehah.

Kisah Imam Bukhori Rah.A :

Tatkala masih kecil imam bukhori ini buta. Maka ibunya yang sholehah ini, yang telah menyiapkan anaknya untuk agama, beliau tiap malam terus menangis berdoa mohon kesembuhan bagi anaknya. Sampaikan akhirnya ibunya ini Allah takdirkan mimpi bertemu Ibrahim AS, dan menyampaikan bahwa doa ibu imam bukhori ini sudah diterima Allah Swt, anaknya akan segera sembuh. Maka memang betul ke esokan harinya ini, Imam Bukhori sudah mampu melihat, bahkan Allah beri banyak kelebihan berupa daya ingat dalam menghafal. Sekali lihat saja bisa langsung ingat dan hafal sepanjang hidupnya. Sehingga setiap kali kita baca Hadits Imam Bukhori ini, maka pahalanya akan didapati oleh ibunya juga. Selama Kitab Hadits Imam Bukhori ini masih dibaca orang-orang maka pahalanya ini akanterus mengalir kepada ibunya imam bukhori. Sampai kapan ? sepanjang masa sampai dengan kiamat, selama masih di baca, maka ibunya akan terus kebagian mendapat kiriman pahala. Ibunya Imam Bukhori ini bukan orang terkenal, tidak ada yang tahu, akan tetapi ibunya terus mendapatkan pahala hingga hari ini sampai batas waktu yang Allah saja yang tahu kapan.

Waktu umur 8 tahun, ibunya mengirimnya ke pesantren. Dalam keadaan miskin dan janda ibunya tidak bisa memberinya biaya yang banyak atau bekal yang cukup. Maka setelah mengantarkannya, ibunya hanya bisa meninggalkannya di pesantren lalu langsung pulang. Beberapa tahun telah berlalu hingga 12 tahun kemudia, Sofyan As Tsauri pulang untuk menemui ibunya. 12 tahun tidak berjumpa untuk ibu dan anak merupakan kerinduan yang sangat laur biasa, perpisahan yang lama sekali bagi orang tua dan anaknya. Namun ketika Sofyan mengetuk rumah ibunya :

Ibunya bertanya : “Siapa itu diluar ?”
Sofyan As Tsauri : “Wahai ibu ini adalah aku sofyan, tolong bukakan pintunya, aku sudah rindu sekali ingin jumpa.”
Ibunya : “Aduhai apakah itu engkau Sofyan anakku.”
Sofyan As Tsauri : “Betul ibu ini adalah aku, Sofyan, anakmu, lekas bukakan pintunya, aku sudah rindu ingin bertemu dengan ibu.”
Lantas ibunya menjawab : “ Wahai Sofyan, kamu sudah 12 tahun belajar agama, kamu pasti sudah paham betul hukum-hukum agama. Kamu pasti sudah tahu betul bahwa sesuatu yang sudah di hibahkan tentunya tidak boleh ditarik kembali. Ketahuilah bahwa aku sudah hibahkan dirimu untuk agama, aku tidak akan tarik kembali. Jadi tidak usahlah kita berjumpa di dunia ini, pertemuan kita nanti Insya Allah di surga.”

12 tahun berpisah, ada kesempatan bertemu, itu juga di korbankan, sehingga asbab pengorbanan ini Allah angkat derajat Imam Sofyan As Tsauri Rah. A. Hingga pada hari ini namanya, Ilmunya, masih disebut-sebut dan digunakan. Itulah keberkahan dari seorang wanita sholehah yang bisa menjadi asbab kesholehan anaknya.

Kisah Lainnya :

Dikisahkan ada seorang anak kecil dikirim ibunya ke pesantren untuk belajar agama. Ibunya ini seorang janda miskin. asbab uang yang dikumpulkan dari usahanya, dia bisa mengirim anaknya belajar agama. Sebelum mengirimkan anak ini, dijahitkan kantong dibalik baju anaknya ini untuk menyimpan uangnya. Lalu dititipkanlah anak ini pada kafilah dagang untuk diantarkan ke pesantren tersebut. Ditengah perjalanan maka kafilah ini di hadang perampok, maka diambillah uang seluruh orang di kafilah tersebut. Sampai ke anak kecil :

Si perampok berkata : “Ah ini anak kecil pasti tidak punya apa-apa, bawa uang tidak kamu ?”
Si anak kecil berkata : “Kata siapa saya tidak bawa uang, saya punya uang banyak.”

Maka si anak kecil ini membukakan bajunya dan memperlihatkan uang emas banyak sekali dari balik bajunya yang dijahitkan ibunya. Melihat keadaan ini maka si perampok terkejut, melihat kejujurannya anak kecil ini, yang padahal mau diambil uangnya oleh si perampok. Baca selanjutnya…

Kategori:KISAH TELADAN

Pendeta Katolik, Menemukan Kebenaran Islam Saat Ramadan

29 Agustus 2009 Tinggalkan komentar

Sebelum memeluk agama Islam, ia adalah seorang pendeta agama Katolik Roma dan menjadi kepala bidan pendidikan agama di sekolah khusus anak laki-laki di selatan London. Bulan Ramadan menjadi bulan penuh kenangan bagi lelaki yang kemudian menggunakan nama Idris Tawfiq ini, karena pada bulan suci itulah ia menemukan Islam dan memeluk agama Islam hingga sekarang.

Di Inggris, kata Idris, semua siswa menerima pelajaran tentang enam agama utama yang dianut masyarakat dunia. Sebagai kepala bidang pendidikan agama, Idris yang ketika itu belum masuk Islam bertanggungjawab untuk memberikan mata pelajaran tentang agama Kristen, Yudaisme, Budha, Islam, Sikh dan Hindu. Ia hanya menjelaskan perbedaan keenam agama tersebut dan tidak mereferensikan siswanya untuk memeluk salah satu dari keenam agama tersebut. Baca selanjutnya…

Kategori:KISAH TELADAN

Cerita Dari Seorang Ibu

27 Agustus 2009 2 komentar

oleh Mira Kania Dewi

Kamis, 27/08/2009, eramuslim.com

Seorang wanita muda sedang mengandung anak kedua. Kehamilannya belum mencapai usia tujuh bulan. Suatu hari, wanita yang tengah hamil ini mencuci tiga stel pakaian ABRI milik suaminya dengan tangannya sendiri sambil duduk berjongkok. Keesokan harinya, rasa sakit yang sangat di bagian perutnya dialami sang ibu dan rasa sakit itu terus berlangsung selama tiga malam hingga akhirnya lahirlah seorang bayi perempuan dalam keadaan belum cukup bulan (pre-mature).

“Pak-Bu harus siap ya, bayinya kecil sekali (1,5 kg) sewaktu-waktu bisa meninggal dunia” itulah kurang lebih ucapan dokter di rumah sakit kepada kedua orang tua bayi itu, di sebuah kota kecil Cimahi, Jawa Barat.

Sebulan lamanya bayi prematur itu harus tidur dalam incubator (kotak kaca) dan tidur terpisah dari ibunya. Namun kondisi demikian tidaklah mengurangi kasih sayang sang ibu bahkan sifat keibuannya semakin meraja. Dengan setia, sebulan lamanya sang ibu menemani bayinya dengan hati yang penuh do’a dan asa……..harapan dan keyakinan yang sangat kuat akan kebesaran Illahi Rabbi dalam mempertahankan perjuangan hidup seorang anak manusia.

Bayi yang bertubuh sangat mungil ini mengalami penurunan berat badan menjadi 1,3 kg. Kesulitan menyusu menjadi kendala dalam pertumbuhan bayi prematur. Setiap kali disusui, bayi itu tersedak sehingga wajahnya menjadi kebiruan. Sungguh…..kepanikan yang luar biasa dialami wanita itu. Baca selanjutnya…

Kategori:KISAH TELADAN

Terbang Ke Surga

25 Agustus 2009 Tinggalkan komentar

oleh Ekaerawati

Kamis, 11/06/2009, eramuslim.com

“Anak-anak, coba renungkan apa yang paling kamu inginkan dalam hidup ini ?” begitulah pertanyaan sorang ustadz yang sehari-hari mendampingi para santri kelas satu sebuah sekolah menengah pertama boardingschool di Bandung. Aghil (keponakan suamiku ) menjawab “saya ingin terbang ke surga”. Teman-temannyapun tertawa, karena mereka pada umumnya menjawab sewajarnya anak-anak belia “ke mall, ke luar negeri, ketemu artis, dll”.

Sang ustadz pun menanyakan kembali dengan pertanyaan yang sama. Jawaban aghil juga sama “aku ingin terbang ke surga”. Hingga diulangi untuk yang ketiga kalinya bocah berusia 12 tahaun itu masih menjawab dengan jawaban yang sama dan wajahnya tidak menunjukkan bercanda. Baca selanjutnya…

Kategori:KISAH TELADAN

Alhamdulillah, Masih Menjumpai Ramadhan!

23 Agustus 2009 Tinggalkan komentar

oleh M.Harmin Abdul Aziz

Sabtu, 22/08/2009, eramuslim.com

Ucapan seperti ini gampang kita dengar dari lisan setiap insan muslim ketika ia kembali ditemukan dengan ramadhan. Hanya terkadang agak sukar untuk diterapkan dalam bentuk ‘amaliah ramadhaniahnya. Karena itu saja barangkali belum lengkap jika tidak dibarengi dengan sebuah manifestasi dalam bentuk amal.

Introspeksi diri terkadang baru hadir tatkala ramadhan sudah diambang pintu. Ada rasa menyesal yang teramat mendalam. Ada pula rasa bersyukur. Rasa penyesalan ketika teringat saat ramadhan tahun lalu tak dilalui dengan sebaik-baiknya. Hingga hari ini tamu agung itu datang kembali menjumpai. Alhamdulillah.. Tapi, apakah kita masih harus seperti tahun yang lalu itu?

Ibarat menemukan sebuah musim. Si pemilik kebun berbunga-bunga hatinya bagai mekar dan mewangi serta berputiknya berbagai jenis pohon buah-buahan di kebunnya. Pada waktu yang sama si pemilik kebun lengah dengan suatu pekerjaan lain. Hingga akhirnya ia meninggalkan kebunnya terlantar.

Musim pun berakhir. Sementara ia belum dapat menikamati hasil panen kebunnya secara maksimal. Ruginya lagi, dia baru akan menemukan musim itu setahun kedepannya lagi. Nyesel banget bukan! Baca selanjutnya…

Kategori:KISAH TELADAN

Nenek Pedagang Tempe

23 Agustus 2009 Tinggalkan komentar

oleh Chaidir

Kamis, 20/08/200, eramuslim.com

Tersebutlah seorang nenek pedagang tempe. Ia hidup seorang diri dan keseharian nya ia berdagang tempe tuk kebutuhan nya sehari-hari.

Seperti biasa sebelum ia terlelap tidur ba’da shalat Isya ia membuat tempe agar dapat di jual esok pagi nya di pasar. Agar adonan kacang kedelai sempurna menjadi tempe maka harus di diamkan semalam. Setelah setelah selesai membuat adonan dan memasukannya kedalam cetakan tempe si nenek beranjak tidur, seraya berharap. “ya Allah..sempurna kanlah adonan kacang kedelai yg ku buat menjadi tempe esok pagi nya,amiin” demikian ia berdoa penuh harap..tak lama kemudian ia pun lelap dalam tidur nya.

Seperti hari sebelum nya, menjelang pukul 4 pagi sang nenek terbangun tuk bersiap shalat malam, bermunajat pada Nya, bermohon ampunan, Rahmat dan hidayah Nya. Dan ia pun masih membiarkan adonan tempe tersebut tertutup rapi dan tidak membuka nya agar sempurna menjadi tempe. Setelah mendapatkan 7 rakaat dalam witir nya adzan shubuh pun berkumandang..”assholatu khoirum minannaum…” Kemudian ia lanjutkan tuk shalat shubuh, sungguh khusyu ia larut dalam shalat nya, sesekali terdengar isakan tangis dalam surah Al qur’an yg di baca nya, teringat kan dosa yg pernah di lakuakan dan sangat kecil ia di hadapan Nya. “Qul huwallahu ahad…Allahusshomad. Lam Yalid walam yuulad,walam yaqullahu kufuwan ahad…”Allahu Akbar…tubuh renta nya bergerak rukuk dgn susah payah..hingga akhir nya ia menyelesaikan shalat shubuh nya. Kemudian berdoa…”Ya Allahu Ya Rahman..hamba Mu penuh dengan dosa,ampunilah hamba dari segala kesalahan. Ya Allah..Yg Maha Kaya, berikanlah hamba Mu ini rizki yg cukup, hari ini hamba kan berjualan tempe di pasar,jadikanlah adonan tempe yg hamba buat menjadi tempe yang baik dan sempurna sehingga di buthkan banyak orang..Ya Allah ya Ghanniyu ya Hamid..dan jadikanlah hamba Mu ini orang yg pandai bersyukur atas rizki Mu,amiin. Demikian ia berdoa penuh khusyu…”

Setelah itu ia bersiap diri tuk berangkat ke pasar..tak lupa ia melihat adonan tempe nya…”bismillahirrahnirrahimm…!” ia membuka penutup adonan tempe tersebut…”Astaghfirullah…Ya Allah…!” sungguh terkejut ia begitu melihat adonan tempe nya baru setengah jadi…”Ya Allah ada apa gerangan ini,kenapa tempe ku tidak jadi sempurna?” Tanya nya dalam hati penuh gundah. .”ah,mungkin aq membuka terlalu cepat sehingga belum jadi sempurna”,gumam nya. “lebih baik aq bergegas berangkat ke pasar karena matahari sudah mulai naik,semoga saja dalam perjalana adonan tersebut mengembang dengan sempurna”,harap nya. Baca selanjutnya…

Kategori:KISAH TELADAN